Oke guys, kali ini gue akan membahas tentang fenomena
Cabe-cabean yg marak di kalangan para ABEGE sekarang. Entah kenapa fenomena ini
merebak sedemikian luasnya dan cukup berdampak bagi kelangsungan hidup para
waria (ehem…).
Cabe-cabean, kata ini udah gak asing lagi bagi kita kan?
Kata ini bukanlah lagi mencakup tentang sayur tapi kata ini mencakup tentang
kaum hawa (tumben yah pake kata sopan). So? Apa maksud Cabe-cabean? Oke, gue
udah ngelakuin beberapa kali investigasi ke sebuah tempat di daerah Jakarta
barat. Dan hasilnya cukup mengkhawatirkan, tidak hanya kaum Adam yg mengetahui
apa itu “Cabe-cabean“ tapi begitu pula kaum hawa, guys (nenek-nenek maen Ipad
juga tau keles). Berdasarkan hasil investigasi gue, gue bisa menyebutkan
beberapa cirri dan penjelasan tentang apa itu “Cabe-cabean”. Berikut cirri-ciri
dan penjelasannya :
1.
1.) Pake baju yg minimnya dibawah para waria, contoh
: tanktop, baju tanpa lengan yg tipis banget kaya tisu buat ngelap pantat bayi,
bahkan pernah gue temuin yg cuma pake kutang. Menurut gue hal ini sangatlah
ironi guys. Mereka (red : Cabe-cabean) memakai pakaian ini karena 2 hal. Satu,
mungkin mereka kepanasan(?) dan dua, pengen mamer panu. Menurut Dr. Kempet
Suparmin seorang dosen dari Institut Penelitian Cabe (IPC) mereka menggunakan pakaian
seperti untuk mengelabui para masteng (hal ini akan kita bahas lain waktu)
2.) Pake celana yg sangat ketat, contohnya : hotpants, lejing (tau bener apa kaga ejaannya), bahkan boxer (padahal gue kalo lagi males rapih suka pake boxer doang buat maen ke rumah temen). Berdasarkan investigasi gue di daerah PB (daerah disamarkan), mereka memakai celana ini karena ingin memikat mata (bukan hati pastinya) para masteng yg kebetulan sedang berburu (you know laahhh). Dan satu lagi, mungkin mereka ingin mengalahkan skor para waria yg saat ini sedang membentuk WAF (Waria Alliance Force) untuk melenyapkan para Cabe-cabean
3.
3.) Motor racing (ini nih yg gue demen), contohnya :
knalpot berisik, body dipretelin tinggal tulang doing (ibarat kucing dicukur,
wow banget yah), dikasih banyak selang yg katanya buat accessories (yakeles
buat nyedot tinja). Nah, kali ini gue mendapat laporan dari Admin Rifky yg juga
melakukan investigasi di kampungnya (cie Admin Rifky liburan ga ngajak, ehem)
bahwa para Cabe-cabean menggunakan motor dengan species seperti ini untuk
mengejar para masteng yg katanya kece (kece? Plis deh om). Selain itu motor ini
pun sebagai pajangan agar masteng yg tertarik pada motor yg kaya gini nyamperin
dan… minta nomer hapenya (halahhh, udah basi).
4.
4.) Behel, contohnya : bingung nyontohinnya guys
(bentuk behel kan gitu-gitu aja, kecuali kalo ada lampunya). Dan kali ini gue
minta temen gue untuk melakukan investigasi, guys. Tapi disaat melakukan
investigasi dia melakukan kesalahan yg sangat fatal guys. Dia bilang seperti ini
“mbak, itu behel apa tompel monyet mbak?” alhasil dia dijadikan bulan-bulanan.
Apa yg terjadi sama gue? Gue sesegera mungkin menyelamatkan. Menyelamatkan
nasib gue dari temen kaya gitu. Jadi investigasi kali ini pun hasilnya nihil.
So, guys. Nggak semua kaum hawa di atas tanah ini adalah
Cabee-cabean. Pasti ada kaum hawa yg bukan termasuk kategori itu (nyerempet
dikit lah kek metromini). Gue juga yakin masih banyak kok kaum hawa yg bener,
dan attitude-nya nggak kayak Cabe-cabean. Inget loh guys, jangan sembarangan
ngatain kaum hawa. Bagaimanapun merekalah yg nanti jadi ibu, so lebih baik kita
diam dan jalanin hidup ini dengan santai. Buat para jomblo jangan pada gatel
yah, sabar aja jodoh gak akan kemana kok (pesan dari Jomblo senior). Oke kita
akhiri postingan hari ini dengan membaca Hamdalah (bagi yg muslim) dan sampe
ketemu di postingan selanjutnyaaa ^^
NB : Admin J (lagi bingung nih guys :/)
No comments:
Post a Comment
Hi! We need your comment here