Pages

Friday, 3 January 2014

Cerpen (Admin J)



Hai guys, kali ini gue bakalan bikin cerpen yg berbeda dari biasanya (biasanya kan tentang jomblo, kan?). Oh iya cerpen ini request dari sahabat gue DN (nama disamarkan). So, salam jomblo dan silahkan membacaa ^^

Cordoba, 21 juli 2003

“hoaaammm, jam berapa sih ini? Matahari kok udah panas banget” keluh Faidz. Faidz mendapat beasiswa bersekolah di sebuah Universitas di Cordoba, prestasinya di bidang bahasa sangat menjanjikan dia untuk mendapat beasiswa hingga wisuda nanti. Seperti biasa, dia mengawali paginya dengan sholat shubuh. Perbedaan waktu di Cordoba dengan di Indonesia membuatnya agak bingung membedakan waktu sholat, tapi akhirnya dia bisa membiasakan dirinya. Di Cordoba Ia tidak sendirian, Ia bersama sahabatnya Aisyah. Aisyah ini mendapat beasiswa yg sama dengan Faidz, mereka berdua sudah bersahabat sejak di bangku SMP. Aisyah adalah seorang yatim piatu, tekad dia untuk meneruskan cita-citanya di Hubungan Internasional sangat kuat, Faidz pun sering membantu dia jika ada kesulitan yg dia enggak mampu mengatasinya. Selain itu Aisyah sangat kuat imannya, dia juga sudah mulai berhijab sejak kelas 2 SMA. Dia mengatakan bahwa seorang muslimah sejati adalah muslimah yg menjaga seluruh auratnya dari lelaki yg bukan muhrimnya.
“assalamualaikum, Aisyah? Ini gue Faidz. Nanti bareng yuk ke kampusnya?” kata Faidz dari seberang telfon. “waalaikumsalam, oke. Nanti aku tunggu di depan café langganan kita ya Idz.” Jawab Aisyah dengan lembut (bentar, emang ada café disana yak? Capcus deh). Aisyah tiba lebih dulu dari Faidz, sudah menjadi kebiasaan Faidz yg suka telat dalam hal apapun. “hah, hah, hah. Maaf ya Aisyah, tadi dompet gue sempat ilang, gataunya ada di tas kuliah gue.” Kata Faidz sambil terengah-engah. “hahaha, iya nggak apa-apa kok Idz. Kamu kan emang hobinya telat dan teledor.” Ejek Aisyah yg sedang meminum capucino kesukaannya. “eh, eh ko gue nggak di pesenin sih? Udah tau gue abis lari maraton” kata Faidz yg sedang mengelap keringatnya dan menyenderkan kepalanya ke bangku café. “ih lebay amat, hahaha. Udah aku pesenin kok. Tunggu aja, jadi seorang Islam itu harus sabar.” Kata Aisya setengah menasehati.

Setelah 15 menit mereka mengobrol, mereka pun langsung beranjak pergi ke kampus. Di kereta pun mereka melanjutkan perbincangan mereka dengan canda tawa, sungguh mereka dua sahabat yg tidak mungkin dipisahkan. Tanpa terasa mereka pun tiba di kampus mereka, Faidz langsung menuju ke kelasnya begitu juga dengan Aisyah. “cieee yg tadi bareng Aisyah, lu apain tuh anak orang?” goda Axel, dia juga salah satu murid dari Indonesia yg mendapat beasiswa di kampus ini. “hah? Ettt, gue gak apa-apain kali. Gue sama dia udah sahabatan dari SMP. Lu jangan asal nuduh yg enggak-enggak anak edan” ejek Faidz. “gapake anak edan berapa sih Idz?” keluh Axel. “hahahaha, canda Xel. Makanya jangan asal ngomong lain kali” kata Faidz sambil merangkul pundak temannya itu. Faidz dan Axel satu jurusan, jadi hanya mereka berdua di kelas yg asalnya dari Indonesia. Tapi itu nggak buat mereka jadi merasa dikucilkan. “bro? kalo lu nggak buru-buru bisa kepepet loh bro” bisik Axel. “maksud lu? Kepepet Mr. Perkov?” kata Faidz yg setengah berbisik juga. “lu homo? Maksud gue Aisyah bro, gue tau lu suka sama Aisyah kan? Ngaku aja deh.” Goda Axel. “diem deh anak edan, kita lagi belajar nih bukan di kantin.” Tukas Faidz. “dibilang jangan pake anak edan, dasar wedhus” ejek Axel sambil memukul kepala Faidz dengan buku yg digulungnya. “sakit edan!” kata Faidz sambil meringis. “quiet please!” bentak Mr. Perkov kepada mereka berdua.

Cordoba, 22 juli 2003

Hari ini adalah hari kelulusan mereka, Aisyah sebagai mahasiswa teladan di kampus ini diberikan kesempatan untuk berpidato sebelum acara wisuda dimulai. “Aisyah, lu udah siap emangnya buat pidato?” Tanya Faidz. “InsyaAllah aku siap Idz” jawab Aisyah dengan senyum. Muka Faidz memerah, dia tak sanggup melihat senyum Aisyah yg meluluhkan hatinya itu, sesaat Ia salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal. “yaudah gue samperin si Axel dulu ya, katanya dia lagi beli minum” kata Faidz sambil melambaikan tangan ke Aisyah. “oh, iya.” Kata Aisyah sambil tersenyum.

Sial, senyumnya Aisyah bikin gue klepek-klepek

“woy! Lagi ngelonjor yak lu?” goda Axel sambil mendorong pundak Faidz yg membuat lamunannya terhenti (ngelonjor : ngelamun jorok). “apaansih lu, mana minum gue?” tukas Faidz. “nih, minuman kesukaan lu, capucino. Bukannya Aisyah juga suka capucino ya?” Tanya Faidz sambil menyodorkan secangkir capucino. “kan kepo banget sih lu.” Jawab Faidz sambil memalingkan wajahnya. “eh cepetan, si Aisyah udah naik ke panggung tuh dia mau pidato kan?” kata Axel. “oh iya, yuk ah” ajak Faidz. Pidato Aisyah pun dimulai, suasana berlangsung sangat tenang hingga Aisyah menyelesaikan pidatonya. Tibalah pada acara terakhir, pemberian sertifikat mahasiswa terbaik, Aisyah yg pertama berjabat tangan dengan kepala dosen di kampus itu. Suasana haru pun menyelimuti hari itu, tangis bahagia dari orang tua dan mahasiswa yg lulus. Rasanya ingin hari itu tidak berakhir, setelah penantian panjang mereka akhirnya mereka bisa lulus dengan nilai yg cukup memuaskan.

Di lantai teratas kampus, Aisyah dan Faidz sedang mengobrol. “Aisyah? Gu-gue… gue mau ngomong sesuatu sama lu.” Kata Faidz gugup. Dia merasa sekaranglah saat yg tepat untuk mengutarakan perasaannya. “iya, kamu mau ngomong apa Idz?” Tanya Aisyah dengan lembut.

Tuhkan, senyumnya ituuuuuu……

“hei Idz, kamu mau ngomong apa ko malah ngeliatin aku aja?” Tanya Aisyah yg menghentikan gurauan Faidz yg sedari tadi menatapi dirinya. “eh iya maaf, gini… kita kan kenal udah dari SMP. Terusss…” kata Faidz. “terus apa?” Tanya Aisyah. “gu-guee… gue suka sama lu, gue mau hubungan kita nggak sebatas sahabat aja tapi gue mau kenal lu lebih jauh lagi Aisyah.” Jelas Faidz sambil menahan nafas menunggu jawaban apa yg keuar dari mulut seorang Aisyah. “maaf Idz, jadilah muslim sejati. Barulah aku mau jadi bagian hidup kamu. Untuk saat ini aku nggak bisa.” Jawab Aisyah dengan wajah datar dan senyum yg agak memaksakan. “i-iya gapapa ko, gue janji kalo gue bisa jadi seorang muslim sejati.” Kata Faidz dengan lantang. Aisyah hanya bisa menatap Faidz sambil memegang dadanya yg sesak, seperti menahan sakit yg sangat besar.

Viena, 22 desember 2003

Sudah 5 bulan sejak wisuda itu, Faidz yg kini seorang penulis sudah mulai merubah pola hidupnya. Dia kini lebih mengetahui kapan saja waktu sholat tanpa harus mencari tahu kemana-mana. Jalan sebagai seorang penulis dia tempuh karena menurut dia itulah pekerjaan yg tidak begitu merepotkan, dan cukup ringan untuk dia kerjakan. Setiap selesai sholat fardhu dia selalu menyempatkan dirinya untuk membaca Al-qur’an. Bahkan di kantornya pun jika ada waktu senggang dia sudah dipastikan akan membaca Al-qur’an. “sudah 5 bulan Aisyah, apa kabarmu di Cordoba? Insyaallah aku sudah menjadi muslim sejati seperti yg kau inginkan” kata Faidz kepada dirinya sendiri.

Cordoba, 22 desember 2003

Disebuah apartemen yg cukup bagus, Aisyah tinggal bersama temannya Husni. “Hai Aisyah, apa kabarmu?” sapa temannya, Husni yg baru saja pulang dari pasar. “Alhamdulillah aku baik Husni.” Jawab Aisyah. Husni adalah teman kerja Aisyah di hubungan internasional. Husni adalah seorang muslimah, dia belajar berhijab dari Aisyah sejak 1 bulan yg lalu. “so Aisyah, bagaimana kabar lelaki yg pernah kamu bicarakan itu? Faidz kan namanya?” Tanya Husni. “aku juga enggak tau Ni, tapi mudah-mudahan saja dia enggak apa-apa. Aku juga yakin dia sudah berubah.” Jawab Aisyah dengan tenang. “hahaha, seyakin itu sama Faidz. Jangan-jang…” Husni tidak melanjutkan perkataannya, dia melihat Aisyah terjatuh dari kursinya. “Aisyah, kamu kenapa?! Ayo aku bawa kamu ke klinik!” ajak Husni dengan panik. “ak-aku gapapa Husni sayang, nanti aku juga sembuh ko” jawab Aisyah dengan wajah pucat. Aisyah meminta Husni untuk mengambilkan sesuatu di lemarinya, ternyata itu adalah obat. Husni bingung dan baru pertama kali Ia melihat temannya itu meminum obat, dia tidak pernah tau Aisyah sakit apa.

“Ni, tolong jangan kasih tau Faidz ya. Suatu saat nanti dia pasti datang buat nyari aku.” Pinta Aisyah dengan senyum yg lembut. Husni paham arti senyumannya itu, itu bukan senyuman bahagia. Tapi senyuman kesedihan.

Cordoba, 30 desember 2003

“Alhamdulillah, aku sampai juga di Cordoba. Aku kangen banget sama kota ini, disini aku kuliah dan wisuda. Oke, sekarang aku harus mencari Aisyah. Untung aja aku dapet alamat apartemennya dari Axel.” Kata Faidz sambil menenteng kopernya. Axel sekarang sudah menjadi pengacara, dia juga meneruskan perusahaan ayahnya di Cordoba. Tapi berhubung dia sedang di Paris jadi tidak bisa bertemu dengan Faidz, dia hanya meminta untuk menyampaikan salamnya kepada Aisyah. Tak begitu lama waktu berselang, akhirnya Faidz sampai di depan apartemen milik Aisyah. “hhhmmm… kamarnya di lantai 5, nomor 29. Okedeh, bismillahirrahmanirrahim.” Kata Faidz sambil menaiki tangga, dia lebih memeilih menaiki tangga daripada lift karena menurutnya itu lebih menyehatkan. Tok.. Tok… Tok…. Terdengar suara pintu diketuk dari luar. “siapa ya?” Tanya Aisyah dari dalam. “Assalamualaikum, saya Faidz.” Jawab Faidz. Aisyah pun langsung membukakan pintu untuknya, Faidz sangat senang bisa bertemu dengan sahabatnya lagi begitupun Aisyah. “masuk Idz, silahkan duduk maaf agak berantakan ya” kata Aisyah mempersilahkan.

Subhanallah, 5 bulan nggak ketemu tapi dia masih secantik ini

“jadi gimana Idz, apa kamu berhasil menjadi muslim sejati?” kata Aisyah yg akhirnya menghentikan lamunan Faidz saat itu juga. “Insyaallah, aku udah jadi muslim sejati” jawab Faidz dengan tenang. “Alhamdulillah, aku yakin kamu berhasil” kata Aisyah.

Cordoba, 31 desember 2003

Pagi yg cukup cerah, hari ini Faidz seperti terburu-buru meninggalkan hotelnya. Tentu saja dia tidak tidur di apartemen milik Aisyah. Dia pergi ke toko bunga untuk membeli bunga mawar kesukaan Aisyah, dia juga menyempatkan pergi ke Café langganan mereka dulu untuk memesan capucino kesukaan Aisyah. Dia langsung bergegas menuju apartemen milik Aisyah. Setiba disana, Ia langsung masuk kedalam. “Aisyah, ini aku bawain kamu sesuatu.” Kata Faidz. Tapi yg Ia temui hanya Husni, tidak ada Aisyah disitu. “Idz, ada yg mau aku kasih tau ke kamu tentang Aisyah.” Terang Husni. Husni menjelaskan bahwa Aisyah memiliki kanker di sekitar jantungnya semenjak Ia berkuliah di kampus di Cordoba ini, saat ini Aisyah sedang dirawat di UGD karena kankernya semakin parah. Faidz yg mendengar penuturan Husni pun mencoba kuat untuk berdiri dan menarik nafas. “kenapa dia nggak pernah mau cerita sama aku?!” bentak Faidz. “dengar dulu Idz, dia nggak mau bilang ke kamu karena dia nggak mau ngecewain kamu!” tutur Husni.

Faidz tidak memperdulikan Husni, bunga dan gelas capucino yg Ia pegang pun jatuh dari genggamannya. Faidz tak sanggup menahan air matanya, dia berlari sekuat yg Ia mampu menuju rumah sakit. Sesampai disana dia langsung menuju ruangan Aisyah, disana sudah ada Axel yg ternyata juga sudah mengetahui penyakit Aisyah dan membiayai seluruh perawatan Aisyah. “kenapa kamu nggak bilang ke aku Xel?! Kenapa?! Kamu tau kan aku suka dan sayang sama Aisyah dari dulu!” bentak Faidz. “dengerin gue dulu Idz, gue diminta Aisyah untuk ga cerita ke elu! Karena dia gamau lu kecewa! Dia sayang sama lu dari dulu juga Idz.” Jelas Axel dengan nada tinggi. Faidz terdiam, dia menatap Aisyah yg sedang tergolek lemas di ranjang dengan alat bantu pernafasan yg dipasang ke tubuhnya. Sedetik kemudian Ia mendekati Aisyah dan menggenggam tangannya. “Aisyah? Ini aku Faidz.” Kata Faidz sambil meneteskan air matanya. “hai Idz, sekarang kamu tau kenapa alasannya aku menyuruh kamu menjadi muslim sejati kan? Aku mau kamu jadi suami aku Idz tapi itu semua nggak mungkin. Maka dari itu aku cuma ingin kamu menjadi muslim sejati dan Imam sholeh untuk calon istrimu kelak.” Jelas Aisyah yg mencopot kerudungnya. “kerudung ini sebagai tanda seorang muslimah juga sebagai penutup kepalaku, karena kemoterapi yg aku jalani buat rambut aku rontok semua, aku nggak mau tampil di depan kamu dan Allah dengan tampilan yg menjijikan” tutur Aisyah dengan senyum yg indah dan air mata yg membanjiri pipinya. “Tapi Aisyah, aku hanya ingin kamu yg menjadi makmum aku kelak.” Kata Faidz dengan perasaan menyesal yg sangat mendalam.
“Faidz, berjanjilah sama aku. Cintailah seseorang dengan kasih sayangmu dan jangan mencintai seseorang karena hawa nafsumu.” Pinta Aisyah. “iya aku berjanji sama kamu, tapi aku nggak akan pernah mencintai siapapun kecuali kamu.” Kata Faidz meyakinkan. Aisyah tersenyum, mungkin itu adalah senyuman yg paling indah yg pernah Ia tunjukkan semasa hidupnya, nafasnya terhenti, jantungnya berhenti berdetak, darahnya berhenti mengalir. Aisyah sudah pergi, seorang jiwa muslimah yg begitu gagah hingga meluluhkan hati seorang Faidz.

Indonesia, 01 januari 2004
Aisyah sudah dikebumikan ke kampung halamannya dengan bantuan Axel, Faidz pun ikut serta dalam pemakaman sederhana Aisyah. “Aisyah, selamat pergi semoga Allah menerima amalanmu yg begitu banyak di dunia ini. Semoga kita dipertemukan suatu saat nanti di Surga Allah. Aku pasti akan menepati janjiku.” Kata Faidz sambil memegang nisan yg bertuliskan Almh. Aisyah.

NB : Admin J (maaf kalo cerpennya jelek ya :3)

Thursday, 2 January 2014

My Trip in Yogyakarta

Hello bro. gue sekarang mau cerita tentang study tour gua ke kota gudeg Yogyakarta ... Oke langsung kita mulai aja ..


Tanggal 17 desember gua dan temen-temen beserta guru-guru berangkat dari sekolah menuju ke Yogyakarta , tadi nya yang mau berangkat jam 6 pagi eh,tau-taunya berangkat jam setengah 7 pagi mungkin bisa jalan jam 7an kali ngeselin gak tuh ?? mana dari rumah buru-buru , dan alhasil gue lupa sikat gigi dan lain2 .. Akhirnya gue ke supermarket cuma beli sikat gigi karna gue cuma bawa sekitar 150rb ... Dan setealah beli sikat gigi ,berangkat lah bis menuju kota gudeg Yogyakarta .. Selama perjalanan di bis tuh udah kaya ada orkes dorong rame banget rame saking ramenya goyang2 kali tuh bis (lebay banget lebay ahah) becanda keles .. dan yang gue keselin tuh waktu anak2 dengerin lagu gonta-ganti lagu udah kaya on the spot .. On the spot aja gak kaya gitu kali --"
Nah,pas udah sampe di Tasikmalaya kira - kira sekitar jam 2 siang sampai setengah 3an deh akhirnya kita makan dan break shalat .. setelah makan kita langsung melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta ...


Bocah hilang lagi foto kalo ketemu orang tuanya kasih ya?? haha :D

Nah,setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya bis yg gua tumpangin sampe hotel ke galuh hotel tepatnya berdekatan dengan candi Prambanan ,ya walaupun gak begitu deket si dan akhirnya kita istirahat dan tidur eh, pas di hotel malah gak bisa tidur kampret !!! Malahan temen sekamar gue Randa,Fernando dan Yosa malah gak bisa eh tapi si Fernando tidur pules bgt kaya kebo guling azzz .. Dan yosa pun nyusul si fernando bobo cantik (caelah bobo cantik haha) Akhirnya gue dan randa punya rencana ngerjain fernando sama yosa .. Alhasil gue berhasil ngerjain Fernando tapi , gue gak berhasil ngerjain si tosa alias yosa *tetot* .. saking gak bisa tidur akhirnya gue perang sama kamar sebelah (tepatnya kamar sebelah kanan gue) gue,randa,yosa akhirnya perang sama kamar sebelah sampe2 gue di sembur pake air .. udah kaya mbah dukun sama pasien nya di sembur2 --" .. Pagi harinya sehabis shalat subuh gue dan temen2 akhirnya berenang dan main perosotan sampe lecet2 .. setelah berenang gue pun mandi dan sarapan serta persiapan ke prambanan .. Kebetulan pas gue sarapan makananya gudeg itu makanan yang gue tunggu2 HAHAHA *ketawa setan*. Abis makan baru gue dann rombongan berangkat menuju ke candi prambanan .. Pas dibis gue tidur saking gak kuatnya (yaiyalah orang pas di hotel gua gak tidur --") gak sampe 10 menit bis sampe di Prambanan *akhirnya* di sana gue pun cari tantangan sama temen gue namanya Dicky Haryanto panggil aja dicky ,disaana gue dan dicky cari tantangan .. tantangan nya apa ?? Yaitu foto sama bule dan akhirnya gue pun foto sama bule di prrambangan , untung nya bule nya cakep ahaha :D

Ini gue waktu foto sama bule , cantikkan bulenya ?? hahaha


ini Dicky namanya yg tadi gue ajakin foto bareng bule


Dan ini temen sebis gue mukanya udah kaya maho kelas kakap hahaha :D

Perjalanan lanjut tempat makan disana kita break makan sama shalat,setelah makan sama shalat lanjut ke STMIK AMIKOM .. disana dapet gue liat -liat film animasi yang gak kalah keren sama buatan luar negeri dan katanya film ini akan rilis pada tahun 2014. Nama film nya adalah Battle of surabaya 
Nah,ini dia film buatan mahasiswa STMIK AMIKOM Yogyakarta keren kan ??
gak kalah keren sama film animasi luar dan film ini berbentuk animasi 2D ..

Setelah dikumpulin dan diperlihatkan karya anak STMIK AMIKOM kita lanjut melihat - lihat ke dalam kampus .. Kampus nya bersih, rapih, keren deh pokonya ... dan satu yang jadi minat gue mau masuk situ yaitu lab Machintos nya gila itu lab keren banget..
 Nih,temen gue lagi di lab Mac yang keren dan buat gue ngiler

Perjalanan selanjutnya yaitu beli bakpia dan gue gak beli hehe soalnya takut basi duluan dan juga harganya yang mahal banget .. abis beli bakpia break makan dan shalat *udeh tau keleszzz*. Terus abis makan lanjut lanjalan ke Malioboro dan untung nya di situ lama jadi bisa belanja terlebih dahulu hehe. disana gue belanja baju dan lain-lain..
ini gue lagi di jam gadang nya di malioboro .. gue keliatan aneh banget ya gue di foto 

Selama di malioboro gue jalan - jalan dan belanja .. nah,pas gue selesai belanja gue disuruh sama temen gue buat beli kaset DVD .. Dan jalan lah gue sama Andra beli kaset , dari ujung Malioboro sampe ujung jalan malioboro ,, dan akhirnya pencarian gue sia-sia bray apa yang lo rasa ?? capek iya gue sama andra nyari sampe empot-empotan dan gak ketemu parah kan ??  azzz,akhirnya gue mampir dulu ke mall Malioboro numpanag adem sekalian cari - cari kaset dan gak ketemu juga --". Akhirnya gue mutusin balik ke bis dan bispun berangkat ke hotel (lebih tepatnya penginapan) pas di jalan gue sama temen - temen ngeliat toko kaset tapi sayang disayang gak bisa berhenti karna gak memungkinkan buat berhenti ... nyampe di hotel gua mandi dan tepar karna kecapean.

Pagi-pagi sekitar jam 6  gue bangun dan muter ke setiap kamar anak - anak yang mau berenang dan gue pun ikut berenang hahaha biarin lah terakhir disana .. dan gue pun berangkat bareng -  bareng temen menujung kolam renang hotel dan akhirnya gue pun berenang.

 ini waktu gue berenang di hari terakhir di yogyakarta (sorry gua nya gak keliatan ketutupan sama anak - anak)

Selesai berenang gue pun prepare buat pulang dan ngelanjutin ke tempat berikutnya, setelah sarapan kita pun check out dan ngelanjutin ke keraton sama borobudur gak lupa bawa oleh - oleh dari hotel yaitu sabun dan shamponya wkwkwk.

Pas sampai lokasi, gue dan temen - temen harus jalan dulu ke keraton karna bis yang gua naikin gak mungkin masuk ke dalem keraton, perjalanan yang ditempuh sekitar 1 km gue harus jalan ke keraton. Setelah jalan sekitar 1kiloan gue dan temen -temen lain serta guru - guru sampe ke keraton dan di sana kita liat - liat ke dalem keraton.




beberapa pajangan di keraton yogyakarta ( foto guenya nyusul ya hehehe )

Sehabis ke keraton  langsung melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur .. Disana gue kagum sama Candi Borobudur ... candi segede itu berdiri kokoh bgt di daerah Magelang Jawa Tengah. Disana gue merasa takjub sama warga Indonesia jaman baheula ( jaman dulu )




Dan itu foto-foto gue dan temen gue pas di Borobudur..

Perjalanan lanjut menuju Jakarta ,selama perjalanan di temenin sama hujan jadi gak sendirian deh haha *basi* --" .. dibis gue kedingingan karna dibis AC-nya tuh dingin bgt mana gue di bis pake celana pendek lagi --" .. Akhirnya bis berhenti di rumah makan di daerah gombong dan disana kita makan malem terakhir dan shalat ,disana kita pun makan lalu selama perjalanan gua masih juga kedinginan karna Ac-nya tuh dingin bgt *sumpah gak bohong* dan gue juga gak bisa tidur pula ,akhirnya gue ngobrol sama Randa di deket pak sopir, gue curhat tentang mantan gue huhu .. nah, setelah gue ngobrol sama randa gue ngobrol sama Reza sama Rusydi, setelah beberapa lama akhirnya gue, reza sama rusydi tidur ..

Pas gue bangun gak berasa udah sampe Cikampek aja dan dalam perjalanan gak ada yang namanya macet *yaiyalah orang itu belum musim liburan pea* ... dan sampelah kita di sekolah tercinteh .. Itulah perjalanan gua waktu ke kota gudeg Yogyakarta ...



Bonus foto dari gue oke guys ahaha ini yang namanya Yosa dan Randa (Randa yg dibelakang gue) wks sampe disini dulu sekian dan terima kasih :)

JOMBLO



 Oke, seperti yg gua janjiin kalo gue bakal ngebahas tentang jomblo. Mau tau? eberrrrrikkuuuttt llliiiipppputttaannnnya...

Jomblo, pasti kalian sering denger lah kata itu malah udah formal banget. Banyak yg nganggap jomblo itu ga enak lah, ga asik lah, ga seru lah, ini lah itu lah. So, what do you think about “jomblo” guys? Itu balik ke opini kalian masing-masing. Disini gue cuma ngebahas sedikit tentang jomblo yg katanya banyak sisi buruknya. What? Are you serious? Jomblo? Buruk? Pas gue denger opini itu sebenernya gue agak setuju, karena saat itu gue masih “taken”. Tapi, pas gue udah ngejalanin kehidupan seorang jomblo ternyata gak seburuk itu loh guys.

Nah, coba sekarang kalian pikirin deh guys. Disaat kalian “taken” apa sih yg kalian rasain? Sayang? Pasti lah itu. Cinta? Of course. Tapi tunggu dulu, taken itu ngga semudah ngejalaninnya pasti selalu ada masalah yg harus kalian dan Doi selesain kan? Tapi ada kalanya kalian dan Doi nggak sependapat atau gak satu pikiran. Nah biasanya disaat kaya gini ujung-ujungnya berantem, ngambek, lost contact, atau apalah itu. But, coba kalian liat deh, taken itu harus ada salah satu yg ngalah kan? Nggak mungkin harus ngotot dua-duanya yg ada malah perang dunia (fakta kan?). Sekarang kalian bayangin, kalo taken kaya gitu terus? Apa enaknya guys? Gue bukannya memprovokasi kalian, gue cuma ngasih tau ko dan nanya sama kalian.

Oke, sekarang kita masuk ke dunia jomblo. Nggak kaya taken, biasanya jomblo di bedain jadi 2 jenis (bukan species ya, itu terlalu jahat). Yg pertama itu JONES atau sering dibilang JOmblo ngeNES, jomblo yg satu ini selalu meratapi nasibnya tanpa mau melangkah maju, did you understand? Maksud gue gini loh, JONES ini selalu terpuruk karena masa lalunya dan gak bisa move on alias GAMON atau GAgal  Move ON. JONES selalu iri ngeliat couple yg berdua-an karena dia udah pasti inget masa lalunya. JONES juga punya sifat buruk, pesimis. Nah jenis jomblo yg satu ini harus kalian hindarin guys, apalagi kalo kalian masih duduk di bangku sekolah, bisa-bisa ganggu konsentrasi kalian pas lagi belajar (soalnya gue pernah ngalamin T,T).

Jomblo yg kedua yaitu SINGLE (dalam kamus jomblo, single itu adalah nama lain dari jomblo). Nah ini jomblo yg harus kalian tiru, bisa dibilang ini jomblo peringkat teratas dalam klasemen liga jomblo 2014. SINGLE biasanya ngejalanin hidup mereka dengan enjoy, selalu senyum dan pantang putus asa. SINGLE gak pernah menatap masa lalunya, dia selalu maju kedepan buat ngejar cita-citanya. SINGLE kalo putus dia pasti ga akan berlarut lama-lama dalam kepedihan karena dia yakin kalo masih ada yg lebih penting daripada “taken”. SINGLE selalu optimis dalam segala hal, dia selalu menimbang segalanya dengan baik. Nggak langsung tancep gas kayak JONES.

Nah guys kalian masuk dalam kategori mana nih? JONES atau SINGLE? Itu sih balik ke kalian masing-masing ya. Jangan putus asa kalo jadi seorang jomblo.

Jomblo pada dasarnya ngelakuin segalanya itu sendiri, right? Nah dari sini aja kalian udah bisa liat sisi baik nge-jomblo. Kalian bisa lebih mandiri guys, yg biasanya ditelfon dulu sama Doi baru mau makan sekarang kalian harus mandiri tanpa harus ada yg ngingetin. Kalo kalian lagi pengen beli sesuatu kalian nelfon Doi dulu biar bisa ditemenin belinya, kalo kalian jomblo kalian pasti harus beli sesuatunya sendiri tanpa Doi. Ini juga termasuk mandiri kan? Untuk makan aja kalian biasanya ngajak Doi kan buat makan bareng? Ngaku aja deh, hahaha. Beda sama jomblo, kalian bisa makan sendiri dan ngurangin pengeluaran kalian dan juga bisa belajar mandiri lagi kan? Apalagi kalo kalian lagi suntuk dirumah, pasti kalian Hangout keluar sekedar ngilangin bosen kalian, gue juga sering gitu kok. Nah, gue juga yakin kalo kalian lagi suntuk atau bete pasti ngajak Doi buat Hangout atau nonton di bioskop buat ngilangin duit (emaap) maksudnya ngilangin suntuk kalian dan ngabisin duit (emaap lagi) maksudnya ngabisin waktu berdua. So, bagaimana dengan si jomblo? Si jomblo sih santai aja, dia Hangout dengan murah meriah guys. Tanpa Doi kalian bisa lebih ngehemat uang kalian juga kan?

Waittt, ini bukan soal uang juga loh. Coba kalian liat kalo Doi kalian sakit, kalian pasti harus khawatir dan itu hal yg wajar bukan? But, bagaimana kalo kalian jadi jomblo? Kalian gak perlu khawatir lagi sama siapapun kecuali sama Enyak n’ Babe (khawatir tentang duit kalo anak jaman sekarang mah). Tapi pasti ada diantara kalian yg udah khawatirin Doi kalian tapi Doi kalian jarang khawatirin keadaan kalian. Liat si jomblo, dia khawatirin Enyak n’ Babe-nya dan dia pasti di khawatirin balik kan? Malah khawatirnya ngelebihin apapun (asal nggak over aja lah).

Sisi baik yg lain dari seorang jomblo itu kalian bisa jadi penasehat yg baik buat temen kalian yg “taken”. Kalian bisa belajar dari pengalaman kalian dulu pas “taken” dan bisa dijadiin contoh buat nasehat ke temen-temen kalian yg lagi ada masalah sama Doi-nya.
Kesimpulannya jomblo itu nggak buruk, semua ada baiknya kan? Posthink buat kalian yg jomblo dan buat yg taken jangan iri sama yg jomblo yaaa, wleeee :P

NB : Admin J (salam jomblo :p)

Wednesday, 1 January 2014

Perkenalan Admin J



Hai, perkenalkan gue admin J. Gue admin baru di blog ini, by the way gue temen seper-jomblo-an sama admin Rifky, hahaha. Ya gue sama admin Rifky itu sahabat deket, ibaratnya botol sama tutupnya. Walaupun nanti botol atau tutupnya ilang pasti ketemu lagi, itulah botol. Eh? Maksudnya itulah gue sama admin Rifky (bukan homo pastinya). Oh iya, gue masih memakan bangku SMK kelas 10 (makan bangku dalam arti harfiah ya bukan sebenarnya), hobi gue olahraga terutama basket. Dan kebiasaan gue sama admin Rifky…. Nyari kebahagiaan dari sebuah kejombloan (agak gak masuk di akal emang). 1 hal yg perlu kalian tau, gue sama admin J anti playboy sama PHO, so just enjoy…. Prinsip hidup gue cuma satu, selama gue masih dikasih kesempatan sama sang Khalik gue bakal kejar impian gue setinggi apapun (kaga setinggi menara sutet).

Kehidupan jomblo gue dimulai dari kurang lebih 1 bulan yg lalu lah, pilihan yg sulit emang. But, why not? Kita harus memilih kan? Dan gue memilih jalan seorang jomblo. Menurut gue jomblo itu ada sisi baik dan sisi buruknya (soal jomblo bakal gue bahas di postingan berikutnya ^^). Admin Rifky pernah bilang sama gue “sudah makan dulu sana, ada mi ayam special tuh” bukan bukan, bukan gitu pastinya. Dia bilang “udah lupain aja, diluar sana masih banyak tuh” (itu nadanya menegaskan ya, jangan dibaca pake logat batak)

Hobi gue yang lain itu jadi Stand Up Comedian, ya walaupun masih amatir tapi gue udah pernah tampil di panggung. Panggung perpisahan sekolah pas SMP dulu (ngenes banget yah pemirsa). Menurut gue menghibur orang itu buat hati gue cukup bahagia, gue ngerasa lebih baik orang lain bahagia tanpa mesti tau kita bahagia atau nggak. For example, misalnya elu ngelawak dan pas elu ngelawak temen-temen lu itu ketawa. Nah, disaat itu belum tentu mood lu lagi baik kan? Tanpa lu sadari lu udah bahagiain beberapa orang loh, walaupun dengan celetukan (asalkan jangan celetukan yg aneh-aneh).

Gue orangnya cukup pandai bergaul (inget ya, dalam arti harfiah loh guys), ya walaupun gue agak pemalu sedikit kalo sama orang yg baru gue kenal, maksudnya gugup/grogi gitu. Tapi kalo udah kenal pasti gue orangnya asik deh, gue juga bisa munculin celetukan yg bisa buat temen gue ketawa atau malah ceramahin gue karena celetukan gue kelewatan (makanya hati-hati sama yg namanya celetukan). So, jangan ragu buat kenalan sama gue.

Soal musik sih aliran apapun gue suka kok, kecuali reggae. Gak tau kenapa gue gak suka aja lagu reggae. Rock pun tertentu, kayak lagunya simple plan yg “Save You”. Kalo jazz sama pop gue cukup suka, sekarang sih lagi seneng-senengnya dengerin lagu Five For Fighting yg judulnya “What If” lagunya, melodinya, artinya pun gue suka (rata rata gue suka lagu yg ngungkapin perasaan semua, ketauan jomblonya.)

For the last, gue juga lagi suka ngumpulin film manga. Tapi baru 3 manga sih, Shingeki no Kyojin (Attack On Titan), Eureka Seven, Eureka Seven AO (Astral Ocean). Niatnya sih kalo ES sama ES AO udah gue tamat-in mau lanjut ke Kekkaishi. Daripada gue gak ada kerjaan, mungkin ngumpulin film manga buat nostalgia lebih asik, hehehe.

Yup sekian perkenalannya, gue admin J ngucapin terimakasih buat yg sering ngunjungin blog ini. Silahkan saran dan kritiknya (kok kaya promosi obat bisul ya? Capcus aja deh). Bye – bye ^^

 
 Foto gue ^^

Waktu gue jalan - jalan ke yogyakarta

 ini candi prambanan 

 ini waktu di borobudur foto sama bule

dan ini waktu gua lagi di borobudur foto saama guru bhs inggris




Dan itu semua kenangan yang gak bakal gua lupain sampe kapanpun yuhu, dan itu kenangan yg palinggg indahhhhhhhhhhhh saking indah nya sampe gak bisa tidur hehehe