Pages

Tuesday, 21 February 2017

Kangen?

    Kangen?  Itu adalah hal yang paling gue benci, kenapa? Karena bisa jadi orang yang kita kangenin itu nerima rasa kangen kita atau bisa jadi orang yang kita kangenin udah bahagia sama pasangan nya . Kita gak tau dan kita cuma bisa mendem dalam hati sampe bener – bener  hilang. Apa setelah dipendem akan hilang rasa kangen itu? Tentu tidak, Karena yang namanya rasa kangen pada seseorang itu tidak akan mudah hilang gitu aja. Misalkan , ketika kita dilanda rasa kangen yang hebat dengan orang tua sedangkan  kita kuliah jauh dan tiba – tiba denger bokap atau nyokap sakit. Rasanya tuh kaya mau pup terus ke kamar mandi tapi semua kamar mandi penuh. Kaya gitu lah ilustrasi rasa kangen dengan orang tua. Lain lagi dengan pasangan lawan jenis, contoh ketika gebetan kita jauh dari kita mau bilang kangen bukan siapa siapa, mau ungkapin tapi janggal wah pokoknya something banget deh. Itulah yang gue rasain sekarang dengan dia .

    Dia yang gue maksud adalah orang yang pernah gue ceritain dipostingan gue sebelumnya, yaitu… Ya lo tau lah ya. Bukan yang sekarang ya tapi yang dulu udah lama banget  ada dihidup gue dan tiba – tiba dia dating kembali dan membuat gue semangat lagi. Pasti udah tau dong ha..ha..ha..ha gak usah disebut lagi kan?

    Ya, dia apa kabar dia sekarang? Walaupun gue sering-sering lihat snapgramnya (instagram story) tapi gue malu buat nyapa atau nanya nanya tentang dia. Entah gue salah atau entah gue punya salah apa ke dia, yang jelas gue gak tau apa yang terjadi sampe dia gak pernah chat ke gue. Gue emang orang nya agak cuek tapi secuek cueknya gue pasti bales chat dari dia, dengan muka agak seneng – seneng gimana gitu gue bales. Tapi terkadang gue juga agak kesel gimana gitu sama dia. Terkadang dia juga suka lama balesnya, ya gue tau dia banyak tugas no problem. Gue harus mahamin dia dan gue gak boleh egois karena dulu gue sering egois ke dia. Dulu dichat sering bilang “Ayok kita main ayok kita main” sesampainya gue dirumah nya , gue merasa kaya kurang diprioritaskan. Apa gue cuma buat pelampisan atau cuma bahan chat dia doang biar dia gak jenuh? Entah lah gue sih positif thinking aja. Andai bisa keulang lagi waktu dari gue pertama kenal dia, pasti gue gak akan kecewain dia. Andai gue bisa ungkapin rasa sayang dan kangen ke dia, apa dia bakal tanggepin? Apa bakal dia bilang “ iya, aku juga kangen atau kamu kemana aja, snapgram bisa tapi ngechat aku bisa”. Sudah lah, nasi sudah menjadi nasi goreng.

    Mungkin gue cuma bisa ngungkapin perasaan disini, mungkin suatu saat gue gak ada atau ya ninggalin dunia selamanya dia bisa baca ini, ya walaupun agak sedikit absurd sih curhatan nya.


Monday, 13 February 2017

Penantian Sia Sia Versi Singkat

Terkadang kita dihadapi dengan situasi yang kita gak tau dan apa yang harus dilakuin. Entah harus menghindar atau menghadapinya,disitu lah kita bingung dan bimbang untuk mengambil keputusan. Itulah yang gue rasakan saat ini. Sudah beberapa bulan ini gue dihadapi dengan situasi yang tadi gue omongin diatas. Rasa bingung, galau, bimbang sudah menyatu didalam otak menjadi telor dadar dipedesin. Gue gatau harus mengambil tindakan apa dalam menghadapinya, dengan sikap cool dan gak peduli? Gak bisa udah gue coba sampe beberapa hari tapi tetep gak bisa.

Ini berawal dari seorang yang dulu pernah ada dihidup gue, dia tiba tiba datang lagi ke kehidupan gue sampai saat ini. Dan perasaan yang dulu hilang kini dan datang lagi, seandainya diceritain bisa bikin buku gue kali ya haha.

Singkat cerita, awalnya dulu gue iseng stalking instagram nya. Lalu tiba tiba gak sengaja kepencet tombol love (sebenernya sih sengaja karena gue masih nyimpen perasaan ke dia hehe), tiba tiba dia memfollow gue dan direct message ke gue. Entah perasaan apa yang gue rasain saat dia memfollow akun gue. Bisa dibilang seneng ya seneng banget, bisa dibilang bahagia ya bahagia banget, darisitu gue memulai percakapan sampai menuju ke sebuah ID social media. Lama kelamaan perasaan yang dulu sempet hilang tumbuh kembali, gue gak tau dia ngerasain perasaan yang sama gue atau enggak itu Cuma dia dan tuhan yang tau. Sampai akhirnya gue gak tau entah apa yang dipikiran gue , gue mulai ngomong sayang sayangan sama dia sampai saat ini suka sering begitu, sampai bikin bio di ID socmed masing masing. Gue gak tau apa maksudnya ya gue ikutin aja alurnya.


Setelah beberapa lama tiba tiba ada yang berbeda, entah apa tapi yang pasti ada yang berbeda dari biasanya. Biarkan ini mengalir seperti air toh jodoh sudah ada yang atur.

Wednesday, 9 November 2016

Mahasiswa Yang Teraniaya

Terkadang, suatu yang tidak diduga duga akan datang dengan sendirinya, misalnya kaya kejadian gue dan temen – temen gue alami. Jadi gini ehem…ehem. Oke kita mulai aja setelah tanda titik berikut ini.

Waktu itu, disaat langit cerah – cerah dan keadaan hujan. Gue dan temen – temen gue mengikuti seminar dikampus pusat. Posisi kampus itu berada didaerah Kota Tua Lebih tepatnya si Jalan Malaka No.3,Jakarta Barat. Sedangkan Kampus yang gue tempati sekarang berada didaerah Pondok Cabe Raya No.36, Tangerang Selatan. Sebelum Hari H atau Hari dimana acara tersebut dilaksanakan gue dan temen – temen gue berunding secara mufakat dan dengan cara bermusyawarah untuk datang ke acara seminar tersebut.
Setelah Berunding selama 4 kehidupan *kelamaan kali* ehm, maksud gue kurang lebih selama 4 hari lamanya. Akhirnya gue dan teman – teman memustuskan untuk menggunakan kereta sebagai alat transportasi menuju kampus.
Seminggu menuju hari H gue dan teman – teman masih membingungkan mau naik kesana, lalu temen gue ada yang menegaskan untuk naik kereta.
Hari yang ditunggu – tunggu telah datang, berangkat lah ke kampus pusat untuk menghadiri seminar. Sebelum berangkat gue dan temen – temen menunggu temen lain nya yang belum datang di kampus, sebangian nya lagi sudah menunggu di stasiun kereta.
Setelah semua sudah kumpul dikampus, kemudian gue dan temen – temen yang kumpul dikampus tadi pergi menuju stasiun kereta. Sesampainya distasiun kereta gue pun nyamperin temen – temen yang udah nunggu distasiun.
Setelah kumpul semua, akhirnya kita pun pergi ke kampus pusat. Disini kami belum sengsara masih bias ketawa – ketawi sambil nyengir kaya kuda poni. Dan dikit lagi pun penderitaan dimulai HaHaHa *ketawa jahat*.

Akhirnya, kita sampai distasiun Jakarta Kota. Lalu kita melanjuktan perjalanan dengan berjalan kaki. Sekitar 20 menitan kita jalan kaki untuk sampai dikampus pusat. Sesampai nya disana gue dan temen – temen menuju tempat pendaftaran. Gue agak kecewa sama panitia yang mengadakan seminar tersebut. Kecewanya karena tempat untuk pendaftaran nya kurang rapih dan kurang tertib, jadinya kaya pasar tradisional yang penuh dengan pembeli. Agak ragu gue untuk datang lagi ke acara seminar – seminar yang diadakan sama kampus pusat. Setelah daftar dan mengurus segalam macam, gue pun beranjak ke tempat seminar.

Dua jam berlalu, gak terasa waktu sudah menunjukkan 20.50 dan mentor juga sudah selesai memberikan materi yang disampaikan. Setelah itu ada pemberian hadiah untuk photobooth dengan gaya yang bagus. Selanjutnya ketika anak – anak mau pulang, tiba – tiba ada yang datang untuk memberikan simulasi sidang dan dengan shock nya gue dan temen – temen yang tadinya mau pulang cepet dan memikirkan motor yang diparkir mereka semua, karena tempat parkir itu tutup jam 22.00 alias jam 10 malam. Akhirnya dengan muka pasrah semua mau enggak mau kita mengikuti acara simulasi sidang yang sangat amat mendadak, disini lah gue enggak suka dengan panitia. Seharusnya kalau ada tambahan seperti ini bilang dari awal kalau acara selanjutnya ada simulasi sidang jadi anak – anak tau dan bisa mengikutinya dan sampainya disaat ketua hakim KWnya bilang “ Apakah acara bisa dilanjutkan lagi atau tidak, kalau tidak beri alas an” (gue lupa kelanjutan nya yang gue inget Cuma itu aja).  Akhirnya salah satu dari temen gue pun mengangkat tangan dan bilang tidak setuju dengan suara yang keras. Lalu setelah itu acara tidak jadi dilanjutkan dikarenakan temen gue mengacungkan tangan nya jadinya kita bisa pulang dan mengejar abang – abang tukang parkir.
Dengan tergesa – gesa nya kita pergi menuju stasiun kereta. Waktu menunjukkan jam 21.30 dan muka temen – temen gue menunjukkan muka paniknya karena setengah jam lagi menuju tutupnya tempat parkir. Lalu kita naik kereta menuju kampus, sebelum naik kereta yang menuju ke kampus kita sempet transit di stasiun Manggarai. Disini lah penderitaan kami datang. Kereta yang kita akan naiki ternyata ada distasiun Manggarai sekitar jam 23.00, dan waktu menunjukkan hamper jam 22.00. Dengan wajah bingung dan was – was gue sekaligus temen – temen berdiskusi untuk sampai ke tempat parkir. Ada yang menyarankan naik taksi online, ada yang maunya nungguin kereta sampai dateng. Akhirnya temen – temen sepakat untuk nunggu sampai keretanya datang. Satu jam lebih kita nungguin kereta nya sampai menahan lapar pula. Sungguh teraniaya.






Mahasiswa yang teraniaya
Waktu menujukkan pukul 00.00, akhirnya kita sampai di stasiun terakhir yaitu stasiun Pondok Ranji, dengan muka – muka menahan lapar dan haus kita keluar dari stasiun dan mencari makan. Lalu sehabis makan kita melanjutkan perjalanan menuju kampus dengan taksi online. Sesampai dikampus temen – temen kampus gue semua pada rebahan dan langsung tidur. Keesokan paginya kita pun pulang.

Ini beberapa temen – temen gue yang menginap dikampus.




 Begitulah cerita gue yang angat sangat melelahkan tapi seru, mohon maaf gue Cuma bisa cerita segini karena gue agak lupa. Kurang lebihnya mohon maaf dan Sayonara.

Monday, 5 September 2016

Should we Call them Friends or Best Friends?

お久しぶり!
Ohisashiburi!

Udah lama gue ngga post lagi semenjak kesibukan ngga jelas selepas Ujian Nasional SMK tahun ini. Dan yap, gue resmi lulus dari bangku SMK dan mulai melakoni hidup gue sebagai N.E.E.T. atau pengangguran (only for this time), tapi gue udah mulai nyebar lamaran pekerjaan kok, hehehe.

Terakhir post mungkin setahun yang lalu dan mungkin juga ada yg berubah dari gue, dari cara penulisan gue atau emosi gue dalam menulis blog, jadi... Mohon dimaklumi ya, haha.

To the point, untuk post pertama kali di blog ini gue ambil judul persahabatan, yak layaknya novel-novel anak muda dan kontroversi harian anak muda saat ini yang ngga jauh dari cinta dan persahabatan. Dan disini gue mau sekedar sharing pengalaman gue akhir-akhir ini yang simpang siur (jalan tol kah?). Dibilang pengalaman juga kurang tepat ya, how about kejadian yang gue alami belakangan ini? Hehe.

Akhir-akhir ini semenjak gue lepas apa itu yg namanya pacaran atau cinta, gue mulai menyukai dan menikmati dunia gue sendiri. Termasuk kumpul bareng kawan gue yang sehobi, makan bareng dirumahnya, nginep bareng, dan ikut event sana sini bareng juga.

Dan, yang baru gue sadari sekarang, persahabatan jauh lebih rumit daripada cinta, yap, lebih rumit dan lebih kompleks. Disaat kita udah mulai nyaman dengan hal tersebut, pasti ada hal yang menghalangi, entah dari dia atau kita. Masalah yang timbul juga bukan masalah anak SMP yang bisa selesai cuma karena saling meminta maaf atau ada pihak ketiga yang menenangkan. Bukan masalah sepele yang bisa dilupain begitu aja dan juga bukan masalah secuil yang bisa di hindarin gitu aja. Setiap masalah yang muncul, kita harus selesain sama sama, sesusah apapun itu, semustahil apapun itu.

Lalu, dampak yang gue terima dari timbulnya masalah itu adalah hilangnya sahabat gue satu persatu. Mulai dari yang beralasan cinta sampai keluarga. Mengambil alasan apapun dan merangkainya sekokoh apapun itu tetap saja itu rapuh pada akhirnya bagi gue dan dengan mudahnya gue tau itu hanya alasan semata. Dan yang gue yakini saat ini, sahabat-sahabat gue mau memulai hidup baru mereka, menenun hari baru mereka hingga mendapatkan hasil yang mereka inginkan di masa depan nanti, yang bahkan gue sendiri ngga tau apa itu atas dasar keinginan mereka atau paksaan.

Tapi, apa ini yang disebut proses kedewasaan? Apa ini benar? Apa ini dianjurkan? Dan apa ini wajar?

Kehilangan sahabat itu bukanlah proses dari kedewasaan, bukan juga proses menggapai cita-cita. Untuk apa mereka ada saat gue butuh, dan untuk apa mereka ngedorong gue dari belakang disaat gue mencoba mundur? Untuk apa pula mereka menarik tangan gue disaat gue putus asa dan nyerah atas masalah yang gue punya? Apa itu bentuk kepedulian? Atau bentuk nyata sebuah persahabatan? Atau semua itu hanya kewajaran dari kata "teman"?

Should we Call them Friends or Best Friends? Then... I think i would call them my partners at all...

Postingan kali ini ngga lebih dari opini semata atas semua masalah yang gue hadapi saat ini, mungkin sedikit berlebihan tapi cuma dengan menulis sedikit masalah dan emosi diri gue bisa terisolir dengan baik dan menenangkan pikiran gue sejenak. Gue berharap yang disebut sahabat itu layaknya barang biasa tapi sulit di dapat dan sangat eksklusif. Dalam hal ini gue ngga nganggap sahabat gue meninggalkan gue dengan alasannya itu.

またね〜
Matane〜

Tuesday, 30 August 2016

Gara - Gara Semut

 Pagi berganti siang , siang berganti sore, sore berganti malam, hari demi hari gue lalui dengan hati yang senang , gembira dan penuh semangat 45 karena tepat hari kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Seiring hari kemerdekaan gue pun lupa akan kenangan manis dengan orang dulu pernah mengisi hari hari gue , minggu minggu gue, sampai pergantian bulan dan tahun. Oke, daripada ngelantur ngomongin mantan gue yang gak akan ada habisnya mending kita happy aja asekkkk.

     Tanggal 17 Agustus adalah momen berharga bagi seluruh rakyat Indonesia, tepatnya dulu pada tanggal yang sama yakni 17 Agustus 1945 hari bersejarah bagi rakyat Indonesia. Karena hari itu adalah hari merdeka nya bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda dan Jepang.  Maka dari itu setiap  tanggal 17 Agustus diperingati hari kemerdekaan Indonesia. By The Way gue gak mau ngebahas sejarah nya karena sejarah nya panjang dan agak sedikit lupa bukan juga ngebahas sejarah gue sama mantan gue yang katanya udah dilamar dan sedikit lagi nikah, karena pasti bosen dan pasti dia lagi dia lagi kenapa harus dia bukan mantan – mantan gue yang lain. Oke langsung aja ya daripada basa basi mending langsung ke point aja.
           Gue menikmati liburan 17an dirumah saudara, disana gue gak bisa mengikuti perlombaan dikarenakan bukan daerah gue dan juga malu karena itu bukan daerah tinggal gue . Gue berangkat dari rumah itu sehabis gue  kerja betapa capeknya sehabis kerja langsung berangkat lagi ke sebuah planet yang bernama planet Bekasi. Sesampainya disana gue pun istirahat dengan tenang dan damai alias ketemu kasur langsung rebahan disana gue pun bermain serta menjaga ponakan gue yang berumur 1 tahun gak terasa waktu pukul 01.00 dan ponakan gue belum tidur alhasil gue tidur. Keesokan harinya gue kedatangan tamu dirumah uwa gue (uwa itu sebutan kakak dari bokap atau nyokap) ternyata itu temen gue dari Ciledug. Dia sengaja dateng kesana memang udah direncanain sebelumnya, gue kira dia gak akan dateng kesana lalu gue membuka handphone gue, melihat – melihat notifikasi di handphone lalu gue menemukan notif chat temen gue ini ternyata dia udah ada distasiun bekasi. Dengan muka setengah males – malesan akhirnya gue jemput lah si temen gue ini ke stasiun Bekasi.
         Sesampainya disana, tepatnya dirumah uwa gue dia pun istirahat. Lalu gue berencana pergi ke daerah Cempaka Putih , sebelumnya gue udah buat rencana dengan temen gue untuk pergi ke Summarecon Bekasi. Ternyata Planning kita berdua gagal dikarenakan uwa gue ini ngajak ke Cempaka Putih. Mau gak mau temen gue ikut lah dengan kami ke Cempaka Putih. Dengan cepat dia mulai akrab dengan anak dan juga uwa gue. Tiba lah kita di sebuah pusat perbelanjaan yang katanya ada roller coaster didalamnya.
            Gak terasa waktu menuju pukul 17.50 gak berasa juga gue dapet banyak tiket dari hasil main permainan yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu. Akhirnya kita break solat, setelah break solat gue pun melanjutkan sebentar memburu tiket. Setelah dapat satu kantong kresek tiket, gue memustuskan selesai bermain dan kami pun mencari makan diburger king. Sehabis makan kita lanjutkan pulang ke Bekasi. Sekitar jam 22.00 kita sampai di Bekasi lalu gue mengantar temen gue ke stasiun. Sesampainya gue dirumah, tiba – tiba temen gue ini balik dan katanya dia kehabisan kereta sungguh malang nasibnya. Dan akhirnya dia pun terpaksa menginap dirumah uwa gue.


           Pagi harinya dia pun pulang dan gue antarkan ke stasiun kembali. Setelah mengantar temen gue ke stasiun, gue sang tukang ojek pun mengantarkan kaka sepupu ke daerah Blok M untuk melamar kerja. Sehabis solat Dzuhur berangkat lah kita ke Blok M, dengan motor merah matikk kesayangan uwa gue kita menyusuri panas dan teriknya matahari pada siang yang pada saat itu lagi panas – panasnya. Jarak yang gue tempuh untuk sampai kesana itu sekitar 1 – 2 jam dan itupun belum termasuk macet dan lain nya. Dengan menyusuri sempitnya planet Bekasi dan gak sabaran nya orang Bekasi gue pun menikmati jalan nya ya walaupun hati agak kecampur sama emosi gak apa – apa deh sekali – kali gue ke Blok M dari dari Bekasi. Kami berdua sampai lah di tempat yang akan dilamar sama kaka sepupu gue ini. Gue pun dengan muka setengah agak kepanasan menunggu kaka sepupu gue di interview kerja. Untung gue nunggu kaka sepupu itu didalam ruangan coba di luar udah kaya jagung dibakar manis – manis item gitu deh.
            Akhirnya selesai juga interview nya, dengan muka seneng gur pun beranjak dari gedung itu. Setelah interview entah kaka sepupu gue laper atau gimana kita pun mencari makan di daerah Blok M square. Sehabis makan jangan lupa ngopi dulu di salah satu kafe yang diangkat dari sebuah film dan novel. Yap, benar sekali namanya Filosofi Kopi Café. Disana tempatnya asik banget, nyaman juga dan asik buat nongkrong – nongkrong. Gak sengaja gue menoleh ke samping gue pun melihat seorang yang gue kenal dan ternyata itu Arie Kriting (maafkan bila salah penulisan) dengan muka yang ala kadarnya gue pura – pura cool depan dia siapa tau gue diajak main film *ngimpi*. 15 Menit setelah ngopi kita pun melanjutkan perjalanan kembali ke habitat asal kaka sepupu gue. Sambil menikmati macetnya kota Jakarta dengan  muka agak setengah kecapean gue menyusuri jalanan.
               Kita sampai dirumah kaka sepupu gue sekitar pukul 20.00, sesampai nya dirumah kaka sepupu dan uwa gue pun berantem. Awal gue gak tau masalah nya apa dan kejadian gimana, tapi setelah gue telusuri penyebab mereka berdua berantem itu cuma anak kaka sepupu gue ngomong kemasukkan semut. Padahal anaknya kebangun bukan karena semut dengan muka kecapean gue ini gue berkemas – kemas pulang, dikarenakan besok pagi nya gue kerja. Lalu gue pamit dan percekokan itu masih terjadi. Dan pada hari sabtu gue gak ngeliat muka uwa gue dan anaknya . Entah masih berantem entah apa gue gak tau.
       Salah paham. Ya ini sering terjadi dikalangan orang bekerluarga bahkan dikalangan orang pacaran sekalipun. Dan gue akan membahas salah paham dikalangan orang didalam menjalani hubungan atau pacaran.
      Banyak orang mengakhiri hubungan nya cuma gara – gara salah paham dan banyak orang juga berantem ya karena salah paham itu tadi.
          Pacaran, orang bilang itu asik, enak segala macam rupa rasa sampai – sampai lupa dengan batas orang pacaran. Dalam suatu hubungan itu membutuhkan ekstra kepercayaan, kejujuran, keuangan dan lain sebagainya. Dalam suatu hubungan juga yang namanya cobaan pasti ada tergantung kita menghadapi cobaan tersebut. Kuat atau enggak nya itu tergantung dari pasangan itu sendiri menghadapinya kalau kuat berarti dia lolos dari cobaan tersebut, Kalau enggak kuat salah satu caranya dengan mengakhiri hubungan tersebut. Beribu – ribu orang bahkan berjuta – juta orang didunia pasti kebanyakan gagal menghadapi cobaan itu. Entah belum berjodoh sama pasangan nya entah bosen, entah ada hal yang lain.
            Sebuah hubungan itu gak akan seru tanpa berantem dan salah paham apalagi dicampur dengan ketidakpercayaan yang satu sama lain. Banyak sekali gue menemukan hubungan seperti ini dikalangan anak remaja jaman sekarang. Contoh temen gue yang selalu berantem karena sang pacar gak percaya dengan pasangan nya.
Ini salah satu percakapan di telfon dengan pasangan yang kerjaan nya berantem terus :
Co : Sayang, kamu kemarin jalan sama siapa?
Ce : Aaaaaaa..Aaaaku abis jalan sama kakek aku kok sayang.
Co : Masa ? Gak yakin aku kalo kamu abis jalan sama kakek kamu.
Ce : Iya bener kok (dengan pedenya itu cewek ngomong ke cowok nya)
Co : Bukan nya kakek kamu udah meninggal ya?
Ce : *mikir keras* oooh, kamu sekarang udah gak percaya sama aku? Iya?
Co : Lho, kok kamu gitu sih? Aku ngomong nya baik – baik ya sama kamu kok kamu ngotot sih sama aku.
Ce : Lagian kamu gak percaya sama aku.
Co : Enggak , heran aja masa jalan sama kakek kamu, sedangkan kakek kamu dua dua nya udah meninggal.
Ce : *mikir lagi untuk cari alesan ke cowok nya* yaudah kalo aku bukan jalan sama kakek aku kamu mau apa? Mau putus? Yaudah putus aja kalo mau kamu kaya gitu
Co : Ha? Putus ? enggak sayang aku Cuma mau butuh penjelasan aja sama kamu *mencoba meredakan suasana*
Ce : Yaudah makanya percaya dong sama aku !
Co : Iya deh aku percaya sama kamu , jangan marah marah lagi ya sayang ku nanti cepet tua lho.
Akhirnya kelar urusan dengan si cowok, lain dengan cewek yang mergokin jalan sang cowok dengan orang lain.
Ce : Sayang !!
Co : Apa sayang?
Ce : Kamu kemarin jalan sama siapa? Kemarin temen aku ada yang liat kamu jalan sama cewek !
Co : Itu tante aku sayang, bener deh aku gak bohong.
Ce : Masa ? Yakin ? Aku gak yakin sama kamu
Co : Iya sayang beneran temen kamu aja mata nya ditutup make kapas jadi gak terlalu keliatan lihat nya.
Ce : Oh ! * sambil menggerutu gak karuan dalam hidupnya*
Co : Ih cuma dibales oh doang.
Ce : Kenapa gak seneng? Yaudah lah kita putus aja, maafin aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu dan satu lagi semoga dapet yang lebih setia, lebih gak bawel kaya aku, lebih ngertiin kamu, dan lebih cantik dari aku
Co : Oh, yaudah kalo maunya kamu gitu.
Ditutup lah telepon itu sama si cowok.
Sekitar 15 menit kemudian si cewek nelepon ke cowok nya yang sudah menjadi mantan nya.
Ce : Halo !, kok kamu gak telepon aku lagi sih !!! *dengan nada marah dan berharap si cowok minta maaf ke dia lalu balikan kembali*.
Co : Katanya udah putus, kok masih nelepon? Pasti gak mau putus ya dari aku.
Ce : *mikir dengan muka berharap* Ih, kata siapa?! Aku Cuma mau minta barang – barang yang udah aku kasih ke kamu doang. Ge’er ( Gede Rasa) banget sih jadi orang!
Co : Oh.. Yaudah besok aku kerumah kamu buat kasih barang – barang ke kamu. Dan sekalian bukti aku ke kamu kalo aku jalan sama tante aku
Ce : Gak perlu !!
Beberapa kemudian si cowok kasih handphone ke tante nya
Tante Co : Halo, eh kamu apa kabar? Katanya si Reza kamu liat dia jalan sama cewek ya? Aduh kamu salah liat dan salah paham, sebenernya cewek yang kamu liat itu tante tau bukan cewek lain maaf ya kalo tante gak nyuruh si Reza bilang ke kamu takutnya kamu gak kasih atau apa.
Ce : *Dengan muka setengah agak nahan malu sama bingung mau ngomong tante nya* eeeee, baik kabar ku tan hehe, oh iya gak apa apa kok tan hehehehehehe. Yaudah aku mau ngomong lagi ke dia nya dong tan, boleh?
Lalu dikasih kembali handphone nya.
Co : Udah tau sekarang kan alasan nya apa? Padahal aku mau kasih surprise ke kamu tapi kamu nya nuduh aku yang enggak – enggak jadi gak nafsu buat kasih hadiah nya ke kamu.
Ce : Maafin aku, aku salah , aku gak tau kalo itu kamu lagi jalan sama tante kamu sumpah aku gak tau maafin aku
Co : Enggak, udah cukup aku dicurigain sama kamu udah sering aku diginiin sama kamu tapi kamu tetep gak percaya sama aku ( Andai dulu gue bisa ngomong gini yak ke mantan gue). Cukup ya aku mau tidur dulu capek abis bungkusin kado.
Ce : Tunggu , tolong kasih aku kesempatan ya *dengan nada hampir mau nangis padahal udah nangis*
Co : *mikir*
Ce : Kok kamu diem? *nada nya agak tersedu – sedu*.
Dengan rasa kasian dan sayang si cowok sama si cewek alhasil si cowok mau memaafkan ceweknya dengan satu syarat yaitu jangan pernah ngulangin kesalahan nya.
Co : Aku lagi mikir tau, oke aku maafin kamu tapi dengan satu syarat jangan pernah ngulangin kesalahan kamu. Aku maafin kamu karena aku masih sayang sama kamu dan aku juga gak mau kehilangan kamu.
         Akhirnya mereka balikan kembali dan hidup damai. Agak kaya komik ya. Tapi begitu lah kehidupan dalam berhubungan dan berkeluarga pasti ada yang namanya salah paham. Jangankan dalam hal besar, hal kecil pun ada. Misalnya gara gara semut hubungan ibu dan anak jadi agak mereggang, padahal si anak cuma bercanda ngomong itu ke ibu nya tapi ibu nya menanggapi nya dengan begitu serius. Alhasil begitulah yang terjadi mereka berantem dan adu mulut. Begitu juga dalam sebuah hubungan. Begitulah hidup terkadang penuh cobaan yang sangat berat tapi itu harus kita jalani dengan hati yang ikhlas. Ciatttttt