Pages

Tuesday, 13 September 2022

Sweet Scar

        Pernah terpuruk, dan nggak punya semangat hidup? Lantas, hal apa yang akhirnya buat kamu sadar bahwa roda kehidupan itu berputar, dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan?

  Pertanyaan ini sering banget gue temuin dari temen-temen ataupun temen dari sosial media gue, selalu gue jawab dengan pertanyaan yang sama “Terpuruk? Pernah kok dan kamu gak perlu yang namanya berlarut-larut kelamaan karena gak selamanya kalian seperti itu karena tuhan punya rencana yg lebih baik setelah kalian terpuruk”. Enggak deng canda itu cuma pertanyaan random dari Ask.Fm waktu tahun 2019

Tapi dalam keadaan itu semua gue gak pernah bisa lakuin kehidupan sendiri hahaha. Ini sebenarnya baru intro dari gue sih, sebenernya ada beberapa yang ingin diungkapin ajasi *Gak tau deh banyak yang baca apa nggak yang penting gue nulis hahaha*.

Oke deh, kita lanjut.

Pada suatu hari *udah kaya mau dongeng*, ada seseorang yang balik lagi tiba-tiba memfollow Social Media gue yaitu, instagram. Waktu say hai segala macam basa-basi ala kadarnya lah ya hahahaha. Lama-kelamaan gue baca gerak-gerik ini orang satu maksudnya apa, mau ngapain dan bermaksud apa dia follow gue lagi (sebelumnya sempet di block), ini jadi suatu pertanyaan yang buat overthinking gue kumat. Seharian gue mikir terus sampai hari ini sebenarnya yang buat otak numpuk dengan pikiran hal tersebut.

 Awalnya gue juga gak memikirkan yang seoverthinking ini, sampai suatu saat ketika asik balas-balasan via Direct Message ini orang ngajakin gue ke jalan-jalan lah intinya, dengan polosnya gue jawab “boleh” dan berakhir gak tau jadi apa enggak. 

Akhirnya gue mikir-mikir ampe ngeblank otak, gue konsul ke beberapa temen-temen cowok gue dulu, responnya pada kenapa sih itu orang? Kenapa sih ini anak? Dan lain-lain, karena menemukan jalan buntu, gue cobalah konsul ke temen gue lagi, sekarang cewek yang gue konsultasi. Jawabannya bikin gue makin mikir, tapi ya buat kebaikan gue juga sih. Katanya “Cowok tuh musti tegas, Lu mau ditindas mulu kayak bawang putih”, agak miris ya tapi itu kenyataannya. Lalu temen gue satu ini sampai nyaranin gue solat tahajud buat minta dikasih petunjuk, gue pun menuruti kata-katanya dia pada akhirnya.

 

Setelah beberapa hari kemudian, sedikit demi sedikit petunjuk diberikan dari sosial media. Lalu berfikir, apa ini yang diberikan? Apa memang gue harus benar-benar ngelupain seseorang ini yang buat gue gak bisa move on sampai 12 tahun lamanya? Kenapa harus terjadi pada diri gue yang mencoba untuk menghilangkan semuanya tentang dia? Ada apa dengan gue? Maksud dari dia ini tuh untuk apa? Memang gue yang bodoh sih dan terlalu kegeeran kayaknya ketika dia balik lagi dan gak tau maksud dari yang tiba-tiba balik lagi ke kehidupan gue lagi.

 

        Kian hari makin banyak petunjuk-petunjuk yang bermunculan, gue mikir lagi deh tuh jadinya, saatnya untuk bener-bener lupain dia dan ikhlas untuk dia pergi agar pikiran gue tenang kemudian bisa jalanin aktifitas gue seperti dulu lagi. Yang menjadi pertanyaan gue saat ini, salah apa gue sampai sebegininya. Apa yang gue harus ubah dari diri gue? Semua masih menjadi tanda tanya sampai gue nulis ini.

 

Memang terkadang cinta dan sayang itu gak perlu untuk dimiliki, cukup didoakan yang terbaik, agar orang gue yang sayangi selama 12 tahun ini bahagia dengan yang lain. Saatnya gue perlahan-lahan melupakan sosok orang ini dan jalanin kehidupan gue sehari-sehari kaya dulu lagi.Yah, walaupun kecewa dan sedih mungkin ini yang harus gue terima sebagai lelaki agar tidak terlalu mengharap-harapkan bisa bersama dia terus.

Sunday, 30 May 2021

Way Back Home

             



    Remember when I told you No matter where I go I'll never leave your side you will never be alone I'll find my way back home”, itu salah satu lagu yang menurut gw merinding sih liriknya, kenapa begitu? Karena itu lirik yang menandakan sebuah keseriusan seseorang dengan pasangannya (btw ini versi englishnya yang featuring sama cornor maynard). Jadi inget pake opini gw aja nih dan berdasarkan lirik yang ada aja ya, menceritakan sebuah kesetiaan orang dalam berhubungan.

     Beberapa orang banyak yang salah dalam berhubungan, bukan maksud menyinggung atau bagaimana, gw pun juga merasakan hal yang sama dan pasti masa-masa itu pasti banyak yang sedang mencari mantan (mungkin itu jaman gw aja kali ya). Karena mitos yang beredar banyak mantan itu hebat bla..bla..bla, ini katanya ya, bukan kata gw inget!!. Melepaskan seseorang itu tidak semudah lu melepas kancing kemeja, pasti kalian tau kenapa bagaimana rasanya sakit hati, sakit sih memang sakit cuma gw tau kalau memang gak cocok kenapa harus dilanjutkan. Ya cuma itu mungkin sekedar mitos belaka dan menurut gw karena kalian gak mau berusaha memperbaiki hubungan aja kok, penyebabnya karena hal sepele biasanya misalnya nih, ada miss komunikasi antara kalian dengan pasangan, ini sih yang sering gw temuin di kalangan anak remaja seusia gw ya, bahkan mungkin sejak dari jaman orang tua kalian *jauh sekali itu sepertinya*.

        Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Human Communication Research, tidak ada orang, selain diri sendiri, yang bisa menebak intonasi suara dalam kalimat pesan singkat. Studi juga mengungkapkan, hal lain yang sebaiknya tidak dibahas saat chatting dengan teman dan orang lain yang lawan jenis, yaitu guyonan sarkastik (cari diinternet deh ada). Menurut gw sih ini ada benarnya, karena kita enggak tau pasangan kita tuh cemburu atau enggak sama lawan jenis yang kalian chat, seperti sahabat lawan jenis contohnya. Pasti kalian asik chattingan dengan orang tersebut tetapi dengan pasangan cuma balas dengan singkat, padat, dan tidak jelas. Mungkin kalian lelah atau gimana gw juga enggak tau, yang tau hanya kalian dan Tuhan saja *asik*.

        Nah, lagu yang sering gw dengerin ini tuh menyadarkan bahwa kita diharuskan untuk berjuang dengan hubungan yang gw jalanin saat ini untuk meyakini pasangan gw dalam menjalin hubungan. Gw sering berfikir, apakah dia cocok dengan gw atau engga sih, dia itu seperti apa tipikalnya, tetapi dengan seiring berjalannya waktu dan sekarang umur gw menginjak 25 tahun (baru ulang tahun maap hehe), masa iya gw harus begini-begini aja iya gak sih? Gak mungkin kan gw ngejalanin hubungan tanpa kepastian yang bener-bener, engga mungkin juga kan gw pacaran terus tanpa masuk ke jenjang pernikahan.

        Cause even when I'm all alone You still got a hold on my mind”, ini tuh menjelaskan meskipun gw sendiri (dalam arti mungkin menjomblo atau lagi gak sama pasangan) gw selalu memikirkan dia, mau dimana aja, kapan aja pasti terus kepikiran, “it doesn't matter how far” mau sejauh mana kalian pergi karena yang kalian ingat tuh selalu pasangan kalian. Begitu lah arti cinta sebenarnya, selalu disamping dia walaupun seberapa jauh kalian, mau kalian LDR dan lain sebagainya, hati kalian selalu ada untuk pasangan kalian.

        Intinya jagalah pasangan kalian, karena mau bagaimanapun di dalam sebuah hubungan pasti ada yang namanya pertengkaran, mau bagaimana itu bentuknya. Jadi jaga pasangan kalian baik-baik ya, ingat penyesalan datangnya itu selalu terakhir kalo diawal namanya pendaftaran.

Saturday, 6 March 2021

Long Distance Relationship (Part 2)

    Setelah 3 bulan berlalu, Rangga dan Mutia memutuskan tidak untuk berkomunikasi dikarenakan Rangga ingin fokus pada skripsinya. Mereka pun akhirnya tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama 2 bulan lamanya. Akhirnya pun mereka pun melepas kekangenan yang selama ini melanda melalui Video Call tentunya. Rangga memutuskan untuk menelpon Mutia.

Rangga : Halo selamat malam sayang apa kabar?
Mutia : Aaaa sayang, baik sayang. Kamu apa kabar?
Rangga : Baik juga sayang hehe, aku kangen yang

Beberapa saat kemudian Rangga mendengar suara dan dalam Video Call tersebut.

Rangga : Sayang, itu siapa??
Mutia : eeee *dengan muka bingung*, nanti lagi ya sayang aku lagi diluar

    Tiba-tiba Video Call tersebut terputus seperti sengaja dimatikan oleh Mutia, Rangga pun bertanya-tanya dalam hati “Itu tadi siapa?” Seketika suasana hati Rangga berubah yang awalnya senang menjadi hening dan tanpa kata-kata.

    Keesokan harinya Rangga menghubungi Mutia, namun tidak diangkat oleh Mutia dan Rangga juga mencoba Chat Mutia tetapi tidak dijawab sampai Rangga pun merasa kesal atas yang diperbuat oleh Mutia. Rangga akhirnya mulai berpikir “apakah ada yang salah dengan gue? Apakah cara yang dia pakai untuk fokus dengan skripsinya salah? Padahal maunya Mutia”, ucap Rangga dalam hati. Kemudian Rangga beranjak ketempat tidur merebahkan badannya di tempat tidur yang sudah lelah menulis skripsi yang tidak tau kapan selesai. “Masa seorang Rangga negatif thinking sama orang kesayangan ah gak bisa gitu dong, gue harus positif thinking sama pasangan” ucap Rangga lagi sebelum memejamkan mata. Tidak lama kemudian Rangga tertidur setelah memikirkan hal ngalor ngidul tentang Mutia. Beberapa saat setelah Rangga terlelap ada telpon masuk dari Mutia, namun tidak terangkat oleh Rangga karena sudah terlelap alias pulas dalam tidurnya.

 

    Malam berganti ke Pagi, Mutia sebelum berangkat kerja kembali menyempatkan menelpon Rangga kembali. Kemudian telpon tersebut di angkat oleh Rangga, Mutia berdiam sebentar, ada rasa canggung pada benak dia yang ingin mengatakan kata rasa sayang namun tidak bisa, setelah 30 menit berdiam saja akhirnya Rangga bicara dengan Mutia

’Mut…Mut..Mutia kamu gak apa-apa?’ kata Rangga
’Ha, hehe iya aku tidak apa-apa kok, gimana gimana sayang?’ Kata Mutia dengan nada canggung
’Aku mau tanya sesuatu ke kamu, tapi kamu jangan marah ya’ Rangga sambil menyiapkan kata-kata

‘Iy…Iy…Iya kamu mau tanya apa sayang?’ Mutia mulai gelisah dengan pertanyaan yang akan diajukan Rangga
’Waktu itu siapa cowok yang terdengar kemarin?’

‘Cowok yang mana ya?’ Mutia mulai bingung

 

    Suasana mulai tidak kondusif dan mulai terdengar suara-suara efek yang ada di sinetron-sinetron. Entah Mutia ingin berbicara jujur atau bohong kepada Rangga mengenai cowok yang dia dengar melalui percakapan telpon semalam

Rangga sedikt menaikan nada bicara kepada Mutia, ‘Iya cowok yang aku dengar pas kita Video Call? Cowok baru kamu?!’

‘Ih, apa sih kamu jangan sok tau deh, kalau itu cowok aku tau darimana kamu?’ Jawab Mutia dengan nada keras juga dan sedikit berkata jujur

Akhirnya Rangga mematikan telpon tersebut dan segera menyusul Mutia ke Bandung, meskipun tidak tahu tempat dimana Mutia tinggal tetapi Rangga tetap pergi ke Bandung untuk menemui pasangan yang dia sayangi.

Beberapa jam kemudian Mutia mencoba menelpon Rangga namun tidak ada diangkat telpon tersebut. Terndengar suara yang memanggil namanya, akhirnya Mutia bergegas mengganti pakaian lalu mendatangi suara tersebut, berharap Rangga yang datang, ternyata suara tersebut bukan orang yang diharapkan. Suara itu adalah cowok yang di dengar Rangga pada saat mereka Video call yaitu Panji, cowok yang berisi, begaya cool dengan rambut lurus yang membuat Mutia tergila-gila.

 

Dengan muka agak kecewa, Mutia menghampiri Panji yang ingin mengajak jalan-jalan. Mereka pun bergegas pergi untuk menikmati malam minggu ke suatu mall yang ada di kota Bandung.

 

Mutia dalam pikirannya berfikir kemana Rangga pergi, apakah dia menyusulnya ke Bandung atau memang ingin melupakannya, akan tetapi Rangga bukan seorang yang mudah melupakan seseorang karena sebelum mereka pacaran, sempat belum bisa melupakan mantan gebetan yang parasnya cantik dan anggun sampai beberapa bulan.

 

Mereka berdua akhirnya sampai di Mall tersebut, lalu berjalan menuju restoran favorit Mutia. Dalam pikiran Mutia tetap memikirkan si Rangga yang tidak ada kabar sampai sekarang, sambil mengecek handphone, Mutia mencoba menelpon Rangga kembali, namun tidak ada jawaban dari Rangga, dengan muka cemberut bercampur khawatir Mutia menaruh handphonenya ke dalam saku sambil menikmati makanan yang dipesan.

 

Setelah 2 jam tidak dapat kabar, handphone Mutia berdering dan mendapatkan telpon dari nomor Rangga, dengan muka senang Mutia mengangkat telpon kemudian, ‘kamu kemana aja aku khawatir sama kamu’, namun yang menjawab telpon bukanlah Rangga, melainkan seorang Bapak-Bapak yang ingin memberitahu bahwa Rangga sudah tidak ada, ‘maaf ini siapanya Rangga ya?’ ucap Bapak-Bapak itu, Mutia menjawab dengan heran ‘saya pacarnya pak, maaf ini siapa ya?’, ‘iya ini saya Bapak Raden mau kasih kabar’ Mutia terhening dan berbicara dalam hati, ‘kok firasat gue gak ada ya?’

 

Kemudian Bapak Raden bicara kembali dengan nada tergesa-gesa, ‘halo..halo.. iya saya mau kasih kabar kalau Rangga sudah tidak ada mbak’, Mutia terdiam dan mengeluarkan air mata ‘Rangga meninggal Pak?’, ‘iya mbak Rangga menjadi korban tabrak lari dan sudah dibawa kerumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong mbak’. Mutia tidak bisa menahan tangisnya, ‘sekarang dimana jasadnya dimana Pak?, saya ingin kesana’ tanpa basa-basi Mutia meninggalkan Panji yang sedang membayar makanan.

Dalam perjalanan Mutia menyesali perbuatan yang dia perbuatan kepada Rangga, entah harus ngomong apalagi, cowok yang selama ini setia dengannya sekarang sudah pergi ke alam lain dan tidak menemani hari-hari tuanya.

 

Pelajaran yang dapat diambil, tolong jaga pasangannya kalian dan jangan pernah sakiti mereka sekecil apapun, hargai pasangan kalian.

Monday, 24 August 2020

Long Distance Relationship Di Tengah Pandemi (Part 1)

    Setiap orang memiliki hubungan jarak jauh atau bisa dibilang Long Distance Relationship. Ada seorang Remaja yang bernama Rangga dan nama pasangannya Mutia, mereka sudah menjalani hubungan sekitar 3 tahun dengan hubungan Long Distance Relationship (LDR).

         Di tengah pandemi yang sedang berlangsung saat ini, hanya sebuah Smartphone saja yang bisa melampiaskan atau menghilangkan rasa kangen mereka berdua dengan menggunakan Video Call. Rangga yang saat ini masih berkuliah disalah satu Universitas daerah di kota Malang yang tidak tau kapan lulusnya dan Mutia adalah seorang pegawai di kota Jakarta. Mereka bertemu pada sebuah cafe daerah Bogor di saat nonton bareng acara sepakbola Liga Inggris yang kebetulan mereka menyukai klub sepakbola sama yaitu Manchester United. Mereka berkenalan dengan cara yang unik yaitu ketika Rangga berdiri didepan toilet dan Mutia menanyakan toilet kepada Rangga, “Mas, toilet dimana ya?” ucap Mutia ke Rangga, Rangga pun menjawab dengan gaya sok coolnya “Itu Mbak belakang saya”.
Mereka pun saling bertatap-tatap mata setelah Mutia keluar dari toliet selama 30 detik, kemudian Ranggapun jalan mendekati Mutia dan Rangga memberanikan diri untuk berkenalan dengan Mutia, mereka kemudian mengobrol dan juga nonton bareng bersebelahan. Setelah selesai nonton Rangga mendekati Mutia yang sedang menunggu abang ojek online di depan cafe, kemudian Rangga menawarkan kepada Mutia untuk mengantarkan dia pulang ke kosannya. Sepanjang jalan mereka berbincang - bincang mengenai pertandingan yang sudah mereka tonton. Rangga memulai percakapan dengan Mutia agar tidak mengantuk saat membawa motor. “Eh, gimana tadi pertandingannya seru gak sih?” ucap Rangga, setelah mereka bercakap-cakap sekian lama, tidak terasa sudah sampai kosan Mutia dan sebelum Rangga beranjak pulang, dia pun memberanikan diri untuk meminta kontak WhatsApp Mutia, setelah ada sedikit jeda beberapa menit, akhirnya Mutia memberikan nomor kontak WhatsApp kepada Rangga.

          Begitulah mereka setiap harinya dalam perbincangan melalui Video Call mengingat pada saat masa PDKT, “Gak terasa ya kita pacaran udah 3 tahun” ucap Mutia kepada Rangga dan Rangga merespon “Iya, gak terasa udah 3 tahun, andaikan aja aku udah lulus dan dapat pekerjaan pasti aku langsung ngelamar kamu terus nikahin kamu”, “ Ah kamu ngomong begitu mulu tapi gak lulus-lulus, ayo dong semangat udah semester berapa ini sayang?” ucap mutia ke Rangga, Rangga pun berpikir sejenak, tidak lama kemudian Rangga menjawab “Iya sayang tenang aja kalo gak karena judul skripsi aku ditolak juga aku udah lulus hahaha”, dengan candaan Rangga yang agak receh. Mutia dan Rangga mengakhiri percakapan yang sudah berjalan 3 jam lamanya, “Sayang udah dulu ya besok aku kerja nih, semangat ya sayang buat skripsinya, pokoknya aku terus nunggu kamu sampai kamu lulus” ucap Mutia ke Rangga sambil menutup perbincangan dan Rangga hanya menganggukan kepala dengan muka setengah senyum.

Tuesday, 23 April 2019

Pada Akhirnya


Halo bray, long time no see heheheh. Udah lama banget ya gue gak ngeposting diblog wkwkwk. Oiya hari ini gue mau meluapkan kekesalan gue nih… Bukan kekesalan sih tapi rasa sayang gue ke seseorang, langsung aja ke TKP ya gaes.

Jadi begini. Awal gue berhubungan gue sebenernya pengen banget ngeblog, tapi karena gue udah lama dan Cuma niat doang awkwk, gue sebenernya lagi focus ke kuliah gue serta gue sambilan mencari kerja. Gue kerja demi membiayai kuliah serta ingin melamar pacar gue. Tapi mungkin Allah berkehendak lain.

Awalnya, pada saat gue baru merintis karir alias baru kerja sekitar semingguan. Gue belom menjawab apa – apa terhadap dia dan belom menceritakan apa sebabnya. Tiba – tiba dia minta putus sama gue, feeling gue sih karena dia lagi deket sama seseorang. Serta menganggap gue itu gampang cari pasangan, gue itu paling gak bisa yang namanya gampang suka sama seseorang apalagi sayang sama seseorang gak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak orang yang gue curhatin sifat gue ke temen – temen satu kantor pada waktu itu. Ya, emang banyak yang bilang gue orangnya galak, cuek,baperan dan blablabla. Tapi, disatu sisi gue itu ketika ketemu orang yang pas sama gue pasti gue akan kejar sampe kapanpun.
Semua itu berubah ketika gue mencoba mengetes kesetiaan dia dengan cuekin dia, ya walaupun cara gue sendiri salah dengan cara pura – pura cuek ke dia. Alhasil cara yang gue terrapin ini itu agak sedikit berhasil, kenapa? karena satu dia emang beneran gak setia, yang kedua dengan cara ini gue harus mengikhlaskan semuanya karena dia lebih memilih ego ketimbang rasa sayangnya. Entah lah hanya Allah yang tau itu semua.

Pada akhirnya kita kembali lagi pada diri masing – masing sudah seberapa sering bertanya kepada Allah? Apakah dia itu jodoh kita atau hanya menjaga jodoh orang lain aja? Hanya Allah yang bisa menjawab ini semua, ketika rasa sayang itu harus bertarung dengan ego kita gak bisa yang namanya mengalahkan ego. Intinya gue gak menyesalkan itu semua, gue cuma bisa bersabar dan berlapang dada atas kejadian yang menimpa gue ini. Terima kasih untuk semua kenangan yang kamu berikan semoga Allah meridhoi jalan kamu. Aamiin..

I Can't Do The Best For You.