Pages

Sunday, 30 May 2021

Way Back Home

             



    “Remember when I told you No matter where I go I'll never leave your side you will never be alone I'll find my way back home”, itu salah satu lagu yang menurut gw merinding sih liriknya, kenapa begitu? Karena itu lirik yang menandakan sebuah keseriusan seseorang dengan pasangannya (btw ini versi englishnya yang featuring sama cornor maynard). Jadi inget pake opini gw aja nih dan berdasarkan lirik yang ada aja ya, menceritakan sebuah kesetiaan orang dalam berhubungan.

     Beberapa orang banyak yang salah dalam berhubungan, bukan maksud menyinggung atau bagaimana, gw pun juga merasakan hal yang sama dan pasti masa-masa itu pasti banyak yang sedang mencari mantan (mungkin itu jaman gw aja kali ya). Karena mitos yang beredar banyak mantan itu hebat bla..bla..bla, ini katanya ya, bukan kata gw inget!!. Melepaskan seseorang itu tidak semudah lu melepas kancing kemeja, pasti kalian tau kenapa bagaimana rasanya sakit hati, sakit sih memang sakit cuma gw tau kalau memang gak cocok kenapa harus dilanjutkan. Ya cuma itu mungkin sekedar mitos belaka dan menurut gw karena kalian gak mau berusaha memperbaiki hubungan aja kok, penyebabnya karena hal sepele biasanya misalnya nih, ada miss komunikasi antara kalian dengan pasangan, ini sih yang sering gw temuin di kalangan anak remaja seusia gw ya, bahkan mungkin sejak dari jaman orang tua kalian *jauh sekali itu sepertinya*.

        Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Human Communication Research, tidak ada orang, selain diri sendiri, yang bisa menebak intonasi suara dalam kalimat pesan singkat. Studi juga mengungkapkan, hal lain yang sebaiknya tidak dibahas saat chatting dengan teman dan orang lain yang lawan jenis, yaitu guyonan sarkastik (cari diinternet deh ada). Menurut gw sih ini ada benarnya, karena kita enggak tau pasangan kita tuh cemburu atau enggak sama lawan jenis yang kalian chat, seperti sahabat lawan jenis contohnya. Pasti kalian asik chattingan dengan orang tersebut tetapi dengan pasangan cuma balas dengan singkat, padat, dan tidak jelas. Mungkin kalian lelah atau gimana gw juga enggak tau, yang tau hanya kalian dan Tuhan saja *asik*.

        Nah, lagu yang sering gw dengerin ini tuh menyadarkan bahwa kita diharuskan untuk berjuang dengan hubungan yang gw jalanin saat ini untuk meyakini pasangan gw dalam menjalin hubungan. Gw sering berfikir, apakah dia cocok dengan gw atau engga sih, dia itu seperti apa tipikalnya, tetapi dengan seiring berjalannya waktu dan sekarang umur gw menginjak 25 tahun (baru ulang tahun maap hehe), masa iya gw harus begini-begini aja iya gak sih? Gak mungkin kan gw ngejalanin hubungan tanpa kepastian yang bener-bener, engga mungkin juga kan gw pacaran terus tanpa masuk ke jenjang pernikahan.

        “Cause even when I'm all alone You still got a hold on my mind”, ini tuh menjelaskan meskipun gw sendiri (dalam arti mungkin menjomblo atau lagi gak sama pasangan) gw selalu memikirkan dia, mau dimana aja, kapan aja pasti terus kepikiran, “it doesn't matter how far” mau sejauh mana kalian pergi karena yang kalian ingat tuh selalu pasangan kalian. Begitu lah arti cinta sebenarnya, selalu disamping dia walaupun seberapa jauh kalian, mau kalian LDR dan lain sebagainya, hati kalian selalu ada untuk pasangan kalian.

        Intinya jagalah pasangan kalian, karena mau bagaimanapun di dalam sebuah hubungan pasti ada yang namanya pertengkaran, mau bagaimana itu bentuknya. Jadi jaga pasangan kalian baik-baik ya, ingat penyesalan datangnya itu selalu terakhir kalo diawal namanya pendaftaran.

Saturday, 6 March 2021

Long Distance Relationship (Part 2)

    Setelah 3 bulan berlalu, Rangga dan Mutia memutuskan tidak untuk berkomunikasi dikarenakan Rangga ingin fokus pada skripsinya. Mereka pun akhirnya tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama 2 bulan lamanya. Akhirnya pun mereka pun melepas kekangenan yang selama ini melanda melalui Video Call tentunya. Rangga memutuskan untuk menelpon Mutia.

Rangga : Halo selamat malam sayang apa kabar?
Mutia : Aaaa sayang, baik sayang. Kamu apa kabar?
Rangga : Baik juga sayang hehe, aku kangen yang

Beberapa saat kemudian Rangga mendengar suara dan dalam Video Call tersebut.

Rangga : Sayang, itu siapa??
Mutia : eeee *dengan muka bingung*, nanti lagi ya sayang aku lagi diluar

    Tiba-tiba Video Call tersebut terputus seperti sengaja dimatikan oleh Mutia, Rangga pun bertanya-tanya dalam hati “Itu tadi siapa?” Seketika suasana hati Rangga berubah yang awalnya senang menjadi hening dan tanpa kata-kata.

    Keesokan harinya Rangga menghubungi Mutia, namun tidak diangkat oleh Mutia dan Rangga juga mencoba Chat Mutia tetapi tidak dijawab sampai Rangga pun merasa kesal atas yang diperbuat oleh Mutia. Rangga akhirnya mulai berpikir “apakah ada yang salah dengan gue? Apakah cara yang dia pakai untuk fokus dengan skripsinya salah? Padahal maunya Mutia”, ucap Rangga dalam hati. Kemudian Rangga beranjak ketempat tidur merebahkan badannya di tempat tidur yang sudah lelah menulis skripsi yang tidak tau kapan selesai. “Masa seorang Rangga negatif thinking sama orang kesayangan ah gak bisa gitu dong, gue harus positif thinking sama pasangan” ucap Rangga lagi sebelum memejamkan mata. Tidak lama kemudian Rangga tertidur setelah memikirkan hal ngalor ngidul tentang Mutia. Beberapa saat setelah Rangga terlelap ada telpon masuk dari Mutia, namun tidak terangkat oleh Rangga karena sudah terlelap alias pulas dalam tidurnya.

 

    Malam berganti ke Pagi, Mutia sebelum berangkat kerja kembali menyempatkan menelpon Rangga kembali. Kemudian telpon tersebut di angkat oleh Rangga, Mutia berdiam sebentar, ada rasa canggung pada benak dia yang ingin mengatakan kata rasa sayang namun tidak bisa, setelah 30 menit berdiam saja akhirnya Rangga bicara dengan Mutia

’Mut…Mut..Mutia kamu gak apa-apa?’ kata Rangga
’Ha, hehe iya aku tidak apa-apa kok, gimana gimana sayang?’ Kata Mutia dengan nada canggung
’Aku mau tanya sesuatu ke kamu, tapi kamu jangan marah ya’ Rangga sambil menyiapkan kata-kata

‘Iy…Iy…Iya kamu mau tanya apa sayang?’ Mutia mulai gelisah dengan pertanyaan yang akan diajukan Rangga
’Waktu itu siapa cowok yang terdengar kemarin?’

‘Cowok yang mana ya?’ Mutia mulai bingung

 

    Suasana mulai tidak kondusif dan mulai terdengar suara-suara efek yang ada di sinetron-sinetron. Entah Mutia ingin berbicara jujur atau bohong kepada Rangga mengenai cowok yang dia dengar melalui percakapan telpon semalam

Rangga sedikt menaikan nada bicara kepada Mutia, ‘Iya cowok yang aku dengar pas kita Video Call? Cowok baru kamu?!’

‘Ih, apa sih kamu jangan sok tau deh, kalau itu cowok aku tau darimana kamu?’ Jawab Mutia dengan nada keras juga dan sedikit berkata jujur

Akhirnya Rangga mematikan telpon tersebut dan segera menyusul Mutia ke Bandung, meskipun tidak tahu tempat dimana Mutia tinggal tetapi Rangga tetap pergi ke Bandung untuk menemui pasangan yang dia sayangi.

Beberapa jam kemudian Mutia mencoba menelpon Rangga namun tidak ada diangkat telpon tersebut. Terndengar suara yang memanggil namanya, akhirnya Mutia bergegas mengganti pakaian lalu mendatangi suara tersebut, berharap Rangga yang datang, ternyata suara tersebut bukan orang yang diharapkan. Suara itu adalah cowok yang di dengar Rangga pada saat mereka Video call yaitu Panji, cowok yang berisi, begaya cool dengan rambut lurus yang membuat Mutia tergila-gila.

 

Dengan muka agak kecewa, Mutia menghampiri Panji yang ingin mengajak jalan-jalan. Mereka pun bergegas pergi untuk menikmati malam minggu ke suatu mall yang ada di kota Bandung.

 

Mutia dalam pikirannya berfikir kemana Rangga pergi, apakah dia menyusulnya ke Bandung atau memang ingin melupakannya, akan tetapi Rangga bukan seorang yang mudah melupakan seseorang karena sebelum mereka pacaran, sempat belum bisa melupakan mantan gebetan yang parasnya cantik dan anggun sampai beberapa bulan.

 

Mereka berdua akhirnya sampai di Mall tersebut, lalu berjalan menuju restoran favorit Mutia. Dalam pikiran Mutia tetap memikirkan si Rangga yang tidak ada kabar sampai sekarang, sambil mengecek handphone, Mutia mencoba menelpon Rangga kembali, namun tidak ada jawaban dari Rangga, dengan muka cemberut bercampur khawatir Mutia menaruh handphonenya ke dalam saku sambil menikmati makanan yang dipesan.

 

Setelah 2 jam tidak dapat kabar, handphone Mutia berdering dan mendapatkan telpon dari nomor Rangga, dengan muka senang Mutia mengangkat telpon kemudian, ‘kamu kemana aja aku khawatir sama kamu’, namun yang menjawab telpon bukanlah Rangga, melainkan seorang Bapak-Bapak yang ingin memberitahu bahwa Rangga sudah tidak ada, ‘maaf ini siapanya Rangga ya?’ ucap Bapak-Bapak itu, Mutia menjawab dengan heran ‘saya pacarnya pak, maaf ini siapa ya?’, ‘iya ini saya Bapak Raden mau kasih kabar’ Mutia terhening dan berbicara dalam hati, ‘kok firasat gue gak ada ya?’

 

Kemudian Bapak Raden bicara kembali dengan nada tergesa-gesa, ‘halo..halo.. iya saya mau kasih kabar kalau Rangga sudah tidak ada mbak’, Mutia terdiam dan mengeluarkan air mata ‘Rangga meninggal Pak?’, ‘iya mbak Rangga menjadi korban tabrak lari dan sudah dibawa kerumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong mbak’. Mutia tidak bisa menahan tangisnya, ‘sekarang dimana jasadnya dimana Pak?, saya ingin kesana’ tanpa basa-basi Mutia meninggalkan Panji yang sedang membayar makanan.

Dalam perjalanan Mutia menyesali perbuatan yang dia perbuatan kepada Rangga, entah harus ngomong apalagi, cowok yang selama ini setia dengannya sekarang sudah pergi ke alam lain dan tidak menemani hari-hari tuanya.

 

Pelajaran yang dapat diambil, tolong jaga pasangannya kalian dan jangan pernah sakiti mereka sekecil apapun, hargai pasangan kalian.

Monday, 24 August 2020

Long Distance Relationship Di Tengah Pandemi (Part 1)

    Setiap orang memiliki hubungan jarak jauh atau bisa dibilang Long Distance Relationship. Ada seorang Remaja yang bernama Rangga dan nama pasangannya Mutia, mereka sudah menjalani hubungan sekitar 3 tahun dengan hubungan Long Distance Relationship (LDR).

         Di tengah pandemi yang sedang berlangsung saat ini, hanya sebuah Smartphone saja yang bisa melampiaskan atau menghilangkan rasa kangen mereka berdua dengan menggunakan Video Call. Rangga yang saat ini masih berkuliah disalah satu Universitas daerah di kota Malang yang tidak tau kapan lulusnya dan Mutia adalah seorang pegawai di kota Jakarta. Mereka bertemu pada sebuah cafe daerah Bogor di saat nonton bareng acara sepakbola Liga Inggris yang kebetulan mereka menyukai klub sepakbola sama yaitu Manchester United. Mereka berkenalan dengan cara yang unik yaitu ketika Rangga berdiri didepan toilet dan Mutia menanyakan toilet kepada Rangga, “Mas, toilet dimana ya?” ucap Mutia ke Rangga, Rangga pun menjawab dengan gaya sok coolnya “Itu Mbak belakang saya”.
Mereka pun saling bertatap-tatap mata setelah Mutia keluar dari toliet selama 30 detik, kemudian Ranggapun jalan mendekati Mutia dan Rangga memberanikan diri untuk berkenalan dengan Mutia, mereka kemudian mengobrol dan juga nonton bareng bersebelahan. Setelah selesai nonton Rangga mendekati Mutia yang sedang menunggu abang ojek online di depan cafe, kemudian Rangga menawarkan kepada Mutia untuk mengantarkan dia pulang ke kosannya. Sepanjang jalan mereka berbincang - bincang mengenai pertandingan yang sudah mereka tonton. Rangga memulai percakapan dengan Mutia agar tidak mengantuk saat membawa motor. “Eh, gimana tadi pertandingannya seru gak sih?” ucap Rangga, setelah mereka bercakap-cakap sekian lama, tidak terasa sudah sampai kosan Mutia dan sebelum Rangga beranjak pulang, dia pun memberanikan diri untuk meminta kontak WhatsApp Mutia, setelah ada sedikit jeda beberapa menit, akhirnya Mutia memberikan nomor kontak WhatsApp kepada Rangga.

          Begitulah mereka setiap harinya dalam perbincangan melalui Video Call mengingat pada saat masa PDKT, “Gak terasa ya kita pacaran udah 3 tahun” ucap Mutia kepada Rangga dan Rangga merespon “Iya, gak terasa udah 3 tahun, andaikan aja aku udah lulus dan dapat pekerjaan pasti aku langsung ngelamar kamu terus nikahin kamu”, “ Ah kamu ngomong begitu mulu tapi gak lulus-lulus, ayo dong semangat udah semester berapa ini sayang?” ucap mutia ke Rangga, Rangga pun berpikir sejenak, tidak lama kemudian Rangga menjawab “Iya sayang tenang aja kalo gak karena judul skripsi aku ditolak juga aku udah lulus hahaha”, dengan candaan Rangga yang agak receh. Mutia dan Rangga mengakhiri percakapan yang sudah berjalan 3 jam lamanya, “Sayang udah dulu ya besok aku kerja nih, semangat ya sayang buat skripsinya, pokoknya aku terus nunggu kamu sampai kamu lulus” ucap Mutia ke Rangga sambil menutup perbincangan dan Rangga hanya menganggukan kepala dengan muka setengah senyum.

Tuesday, 23 April 2019

Pada Akhirnya


Halo bray, long time no see heheheh. Udah lama banget ya gue gak ngeposting diblog wkwkwk. Oiya hari ini gue mau meluapkan kekesalan gue nih… Bukan kekesalan sih tapi rasa sayang gue ke seseorang, langsung aja ke TKP ya gaes.

Jadi begini. Awal gue berhubungan gue sebenernya pengen banget ngeblog, tapi karena gue udah lama dan Cuma niat doang awkwk, gue sebenernya lagi focus ke kuliah gue serta gue sambilan mencari kerja. Gue kerja demi membiayai kuliah serta ingin melamar pacar gue. Tapi mungkin Allah berkehendak lain.

Awalnya, pada saat gue baru merintis karir alias baru kerja sekitar semingguan. Gue belom menjawab apa – apa terhadap dia dan belom menceritakan apa sebabnya. Tiba – tiba dia minta putus sama gue, feeling gue sih karena dia lagi deket sama seseorang. Serta menganggap gue itu gampang cari pasangan, gue itu paling gak bisa yang namanya gampang suka sama seseorang apalagi sayang sama seseorang gak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak orang yang gue curhatin sifat gue ke temen – temen satu kantor pada waktu itu. Ya, emang banyak yang bilang gue orangnya galak, cuek,baperan dan blablabla. Tapi, disatu sisi gue itu ketika ketemu orang yang pas sama gue pasti gue akan kejar sampe kapanpun.
Semua itu berubah ketika gue mencoba mengetes kesetiaan dia dengan cuekin dia, ya walaupun cara gue sendiri salah dengan cara pura – pura cuek ke dia. Alhasil cara yang gue terrapin ini itu agak sedikit berhasil, kenapa? karena satu dia emang beneran gak setia, yang kedua dengan cara ini gue harus mengikhlaskan semuanya karena dia lebih memilih ego ketimbang rasa sayangnya. Entah lah hanya Allah yang tau itu semua.

Pada akhirnya kita kembali lagi pada diri masing – masing sudah seberapa sering bertanya kepada Allah? Apakah dia itu jodoh kita atau hanya menjaga jodoh orang lain aja? Hanya Allah yang bisa menjawab ini semua, ketika rasa sayang itu harus bertarung dengan ego kita gak bisa yang namanya mengalahkan ego. Intinya gue gak menyesalkan itu semua, gue cuma bisa bersabar dan berlapang dada atas kejadian yang menimpa gue ini. Terima kasih untuk semua kenangan yang kamu berikan semoga Allah meridhoi jalan kamu. Aamiin..

I Can't Do The Best For You.

Tuesday, 1 January 2019

A Dreamer


Hallo gue balik lagi nih gaes di tahun 2019, kali ini bukan dengan curhatan absurd gue tetapi gue kembali dengan celotehan absurd yang membuat orang yang mudah – mudahan ingin mengejar mimpinya.

Postingan kali ini terinspirasi dari sebuah lagu DJ favorit gue yaitu, Martin Garrix. Yap, lagunya yang berjudul Dreamer ini membuat inspirasi gue untuk mencorat coret kembali. Ada yang tau tentang pemimpi gak? Gak ada ? oke baiklah gue akan menjabarkan sebagai berikut

Arti pemimpi dalam kamus dalam besar Bahasa Indonesia adalah orang yang suka bermimpi meskipun tidak tidur atau bisa kita bilang orang yang suka mengkhayal bukan mengkhayal yang jorok – jorok pastinya, disini menjelaskan orang ingin mengejar cita – cita atau keinginan dia sampai berhasil.

Setiap manusia pasti ada yang mempunyai mimpi entah menjadi seseorang yang berguna bagi Negara atau mungkin dia ingin menjadi misalkan seorang musisi. Dengan tekad serta ikhtiar kita bisa mengejar mimpi yang ingin kita capai walaupun hasilnya 1:10.000 alias agak sulit untuk menggapainya apabila tidak didukung kerja keras dan ikhtiar yang sangat kuat.

Ada sebuah kutipan tentang seorang pemimpi yaitu “Banyak pemimpi yang awalnya ditertawakan, bahkan sampai dibilang gila tapi semua akhirnya bungkam setelah melihat mimpi-mimpinya mewujud jadi kenyataan.”  Dan juga seperti berikut : “ Maka di negeri ini, para pemimpi adalah pemberani. Mereka Kesatria di tanah dan tak peduli. Medali harus dikalungkan di leher mereka.” Dari kutipan tersebut kita diharuskan menggapai mimpi yang akan kita gapai walaupun sulit untuk mewujudkan mimpi tersebut, terutama gue sendiri yang bingung bagaimana mewujudkan mimpi gue yang selama ini gue inginkan.

Berawal dari ingin menjadi seorang public figure atau artis, lalu menjadi Produser Musik seperti Martin Garrix, sampai menjadi seorang penulis yang menurut gue terlalu banyak saingan pada dunia yang gue impikan  sejak dulu. Tapi, mau dibilang apa gue harus sementara mengubur dalam mimpi gue karena sangatlah nihil untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sejak lagu Martin Garrix yang berjudul Dreamer rilis dengan lirik yang lumayan untuk membakar semangat gue, ada disalah satu liriknya yaitu “I'm a dreamer, It ain't easy to keep going when it's hard, When you wanna fall apart, 'll always have something to believe in” silahkan diartikan sendiri ya dan yang intinya adalah dalam meraih mimpi itu pasti mempunyai rintangan yang tidak begitu mudah dan elo harus siap buat jatuh bangun untuk mewujudkan mimpi yang lo inginkan. Jangan cuma pas lo naksir seorang cewek yang butuh perjuangan super ekstra pakai telor bebek buat mendapatkan cewek yang lo suka, dalam menggapai mimpi yang lo inginkan harus sama seperti mendapatkan cewek yang lo cintai dan lo sayangi, harus ada perjuangan yang sangatlah ekstra untuk menggapainya.

Disini gue akan membagi kebiasaan yang gue tulis, tentunya untuk mewujudkan mimpi yang lo inginkan, gue udah ada beberapa yang sudah gue lakuin. Langsung aja kita ulas semuanya ya. Cekidot :

 1. Tuliskan Mimpi Kita di Atas Kertas

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk setahap demi tahap mewujudkan mimpi yang dimiliki adalah menuliskannya di atas kertas. Catat semua mimpi-mimpi yang ingin kita capai.

Selain sebagai pengingat, catatan ini akan membuat kita tetap bersemangat saat mengalami kegagalan dalam meraihnya. Berdasarkan penelitian, 75 dari 100 orang yang menuliskan mimpinya di atas kertas berhasil meraih apa yang dia inginkan.
Tentu saja, untuk mencapai sebuah mimpi itu dihadapkan oleh berbagai tantangan dan kegagalan. Namun, catatan kecil tersebut akan membangkitkan jiwa yang terpuruk. Hingga pada akhirnya mimpi sebesar apapun dapat menjadi kenyataan. Gue sudah menggunakan metode seperti ini agar bisa mewujudkan mimpi gue.

2. Pilih Mimpi yang Jadi Prioritas untuk Dicapai

Menentukan mimpi mana yang jadi prioritas memang tidak mudah. Mengingat sudah sewajarnya setiap orang dapat menggapai semua yang diinginkan. Hal ini terkadang sangat sulit, terutama bagi mereka yang tidak mampu mengenal dirinya sendiri dengan baik.
Sebaiknya, gunakan waktu yang dimiliki untuk menggali potensi dalam diri kita sendiri. Luangkan waktu setidaknya sehari penuh untuk berdiskusi dengan diri sendiri. Jauhkan pula diri sendiri dari segala jenis keributan agar kita bisa fokus mengenal diri sendiri lebih jauh atau bisa dibilang mencari jati diri kita seperti apa.

3. Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang sempurna. Semua orang punya kelemahan di balik kelebihan yang dimilikinya, termasuk kita semua. Namun, kelemahan tersebut bukan menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan.

Sebab, pada dasarnya manusia bisa mendapatkan apapun yang diinginkan asal dibarengi dengan usaha dan kerja keras. Jika ingin sukses, tingkatkan rasa percaya diri lo agar kesuksesan tersebut menghampiri.
Mulailah berpikir seperti orang sukses, bangun mental seperti orang sukses dan kelilingi dirimu dengan orang-orang sukses, agar energi positif dari mereka memengaruhi pola pikir dan tindakan kita sehari-hari.

 4. Lakukan Evaluasi pada Diri Sendiri secara Berkala

Kegagalan yang menimpa dalam perjalanan karier bukanlah sesuatu yang harus disesali. Bangkitlah dari keterpurukan dan segera lakukan evaluasi diri untuk mengetahui berbagai hal yang menghambat perjalanan karier tersebut.

Setelah menemukan kesalahan tersebut, sekarang saatnya untuk menyusun strategi baru dalam menggapai mimpi-mimpi yang ada di dalam benakmu. Karena pemenang sejati tidak pernah mengatakan ‘gue menyerah’ sebelum kita berhasil menggapai apa yang diinginkan.

5. Abaikan Pikiran dan Perkataan Negatif

Perjalanan hidup memang tidak akan pernah berjalan mulus-mulus saja. Akan ada sesuatu yang menjadi hambatan. Mirisnya lagi, hambatan tersebut sering kali datang dari orang-orang terdekat. Hal inilah yang menyebabkan kita ragu untuk melangkah hingga akhirnya harus rela mengubur impian kita sedalam-dalamnya.

Padahal, apa yang orang lain pikirkan dan katakan tidaklah selalu harus didengar. Kita perlu mengabaikan perkataan orang lain yang belum tentu benar dan fokus pada apa yang menjadi tujuan hidup agar kita tidak menyesal karena mengikuti apa yang orang lain katakan. Dan tentunya kita harus menutup rapat – rapat opini yang orang lain berikan ke diri kita.

6. Fokus Gapai Apa yang Diinginkan

Apa yang kita inginkan sering berjalan di luar rencana karena tidak fokus dalam praktiknya. Mungkin saja kita terlalu takut dengan apa yang orang lain akan katakan, padahal satu pun dari perkataan mereka bukan menjadi urusan kita secara pribadi. Mulailah untuk membangun jiwa fokus.

7. Jangan Lupa Berdoa

Point yang sangat amatlah penting, dibalik usaha, kerja keras, dan pengorbanan yang kamu lakukan, jangan lupa untuk senantiasa berdoa. Minta restu pada Sang Pencipta agar usahamu tidak sia-sia, melainkan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan.
Lagipula, Tuhan adalah pemilik segalanya, termasuk takdir hidup kita. Untuk itu, serahkan diri pada Tuhan agar upaya untuk meraih impian lo itu tidak hanya sebatas khayalan, melainkan benar-benar ada dan bisa kita rasakan di kehidupan nyata.

 Apabila kerja keras dan usaha kita belum membuahkan hasil, jangan langsung menyerah. Ingatlah, semua akan indah pada waktunya. Serahkan diri dan usaha kita kepada Sang Pencipta. Urusan sukses atau tidak, biarlah Dia yang mengatur karena jalan hidup manusia sudah diatur sepenuhnya oleh Yang Maha Kuasa. Dan jangan pernah lupa untuk bertindak guna mewujudkan mimpi jadi nyata. Ingat semua akan indah pada waktunya bila kiita berusaha serta bersabar dalam mewujudkan mimpi.

Sekian coret – coretan gue kali ini, semoga bermanfaat dan berhasil. Kita akan gapai serta wujudkan mimpi yang ingin kita capai. Happy New Year 2019 for all.

Oh ya, jangan lupa share ya kalo coret – coretan gue ini bermanfaat buat kalian semua.

Thank You.